4 Masalah yang Harus Dibenahi Arteta sebelum Arsenal Jumpa Chelsea

Situasi yang dihadapi Arteta mirip dengan musim lalu.
Taufik HidayatTaufik Hidayat - Rabu, 18 Agustus 2021
4 Masalah yang Harus Dibenahi Arteta sebelum Arsenal Jumpa Chelsea
Manajer Arsenal, Mikel Arteta (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Laga sulit harus dijalani Arsenal dalam lanjutan Premier League 2021-2022. The Gunners akan melakoni Derby London kontra Chelsea di Emirates Stadium, Minggu (22/8).

Arsenal mengawali kiprahnya di Premier League musim ini dengan buruk. Tim asuhan Mikel Arteta secara mengejutkan takluk 0-2 dari Brentford yang berstatus tim promosi.

Kekalahan tersebut membuat Arteta berada dalam tekanan. Ia bisa kehilangan pekerjaannya andai kembali menelan hasil serupa pada laga kontra Chelsea.

Baca Juga:

Membandingkan Transfer Chelsea dengan Arsenal Sejak Dilatih Arteta

Barcelona Bidik Mesin Gol Arsenal untuk Gantikan Messi

Hector Bellerin Ingin Berpisah dengan Arsenal

Situasi serupa pernah dirasakan Arteta musim lalu. Ia berada di bawah ancaman pemecatan saat menantang Chelsea pada laga Boxing Day.

Saat itu Arsenal sedang mengalami puasa kemenangan dalam tujuh laga terakhirnya di Premier League. Kekalahan atas Chelsea bisa membuatnya mengucapkan selamat tinggal.

Namun Arteta merespons kondisi itu dengan luar biasa. Arsenal mampu dibawanya bangkit dengan menang 3-1 atas Chelsea.

Setelah itu, Arsenal mulai kembali ke jalur yang benar. Meskipun akhirnya mereka finis di luar zona Eropa.

Arteta punya kesempatan emas untuk mengulangi kebangkitan tersebut. Namun ia harus menyelesaikan sejumlah masalah di tim asuhannya. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Tumpulnya Lini Depan

Arsenal sebenarnya tampil mendominasi saat takluk dari Brentford. Persentase penguasaan bola tim asal London Utara itu menyentuh angka 65 persen.

Para pemain Arsenal total melepaskan 22 tembakan sepanjang pertandingan. Namun hanya empat yang mengarah ke gawang.

Dari sini terlihat buruknya efektivitas serangan Arsenal. Absennya Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette sangat berpengaruh.

Folarin Balogun yang berperan sebagai ujung tombak gagal tampil maksimal. Hal ini tentu tak boleh terulang kontra Chelsea.

Arteta tentu berharap Aubameyang dan Lacazette tersedia untuk menghadapi Chelsea. Kehadiran keduanya menjadi solusi jangka pendek untuk menyelesaikan masalah di lini depan.


2. Koordinasi Pertahanan yang buruk

Dua gol yang bersarang ke gawang Arsenal tidak dicetak dalam situasi serangan balik. Artinya, lini pertahanan mereka dalam kondisi siap untuk menerima serangan.

Namun Brentford tetap mampu membongkarnya. Ini menjadi alarm bagi Arteta yang mendatangkan Ben White pada musim panas ini.

Ketangguhan White sebagai palang pintu Timnas Inggris memang belum terlihat. Ia turut berperan dalam kegagalan Arsenal mencegah gol kedua Brentford yang berawal dari lemparan ke dalam jarak jauh.

Arteta harus segera menemukan komposisi dan skema pertahanan yang tepat. Barisan lini depan Chelsea tentu lebih berbahaya ketimbang Brentford.


3. Mental Bermain

Hal lain yang harus dibenahi Arteta adalah motivasi para pemainnya. Mereka terlihat frustrasi saat ketinggalan dua gol atas Brentford.

Hal ini membuat serangan yang Arsenal bangun menjadi tak efektif. Kepercayaan diri para penyerang juga berkurang saat menyelesaikan peluang.


4. Mencari Pendamping Emile Smith Rowe

Emile Smith Rowe menjadi pemain Arsenal yang bersinar saat takluk dari Brentford. Pergerakan dan umpannya benar-benar merepotkan pertahanan lawan.

Namun Smith Rowe tak mendapat dukungan dari rekan-rekannya yang lain. Usaha kerasnya menjadi sia-sia belaka.

Smith Rowe hampir pasti kembali diandalkan Arteta pada laga kontra Chelsea. Ia harus menemukan partner yang tepat untuk memaksimalkan potensi pemain berusia 21 tahun tersebut.

Chelsea pasti akan memberi pengawalan ketat kepada Smith Rowe. Hal ini harus segera diantisipasi Arteta jika tak mau kembali menelan kekalahan.

Arsenal Mikel Arteta Premier League Trivia Sepak Bola Breaking News

Taufik Hidayat

Agen rahasia yang menyamar jadi kuli tinta.
Show More

Berita Terkait

Hasil akhir
Hasil Laga Terakhir Grup D Piala Dunia 2026: Turki Pecundangi Amerika Serikat, Australia Segel Tempat di 32 Besar
Amerika Serikat menutup kiprahnya di fase grup Piala Dunia 2026 dengan kekalahan dari Turki. Sementara itu, Australia merebut tiket 32 besar usai imbang lawan Paraguay.
Rizqi Ariandi - Jumat, 26 Juni 2026
Hasil Laga Terakhir Grup D Piala Dunia 2026: Turki Pecundangi Amerika Serikat, Australia Segel Tempat di 32 Besar
Piala Dunia
Yuto Nagatomo Jadi Pemain Asia Pertama Tampil di 5 Edisi Piala Dunia
Yuto Nagatomo menorehkan catatan spesial di Piala Dunia 2026. Bek Timnas Jepang itu jadi pemain Asia pertama yang tampil di lima edisi Piala Dunia.
Rizqi Ariandi - Jumat, 26 Juni 2026
Yuto Nagatomo Jadi Pemain Asia Pertama Tampil di 5 Edisi Piala Dunia
Liga Indonesia
Jese Rodriguez Perpanjang Kontrak di Las Palmas, Persib Gigit Jari?
Pemain asal Spanyol, Jese Rodriguez, yang sempat dikabarkan ke Persib Bandung, memilih memperpanjang kontrak di Las Palmas.
Rizqi Ariandi - Jumat, 26 Juni 2026
Jese Rodriguez Perpanjang Kontrak di Las Palmas, Persib Gigit Jari?
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Tak Terkalahkan di Grup F, Jepang Samai Pencapaian saat Jadi Tuan Rumah
Timnas Jepang tak terkalahkan di babak grup Piala Dunia 2026 setelah menahan Swedia 1-1 di laga terakhir. Jepang menyamai pencapaian di Piala Dunia 2002.
Rizqi Ariandi - Jumat, 26 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Tak Terkalahkan di Grup F, Jepang Samai Pencapaian saat Jadi Tuan Rumah
Sosok
Kisah Perjuangan Ali Al-Hamadi, Striker Irak yang Ditempa di Jalanan Liverpool
Perjalanan penyerang Ali Al-Hamadi menuju panggung Piala Dunia bukanlah kisah yang biasa.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Kisah Perjuangan Ali Al-Hamadi, Striker Irak yang Ditempa di Jalanan Liverpool
Piala Dunia
Spanyol Harus Waspadai Uruguay yang Bakal Tampil Mati-matian
Bek Spanyol Aymeric Laporte mengingatkan rekan-rekannya agar tidak menganggap remeh Uruguay saat kedua tim bertemu pada laga terakhir Grup H Piala Dunia 2026 di Guadalajara.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Spanyol Harus Waspadai Uruguay yang Bakal Tampil Mati-matian
Piala Dunia
Julian Nagelsmann Merasa Jerman 'Dihukum' Meski Jadi Juara Grup
Pelatih Jerman Julian Nagelsmann menilai timnya justru berada dalam posisi yang kurang menguntungkan meski sudah memastikan diri sebagai juara Grup E Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Julian Nagelsmann Merasa Jerman 'Dihukum' Meski Jadi Juara Grup
Piala Dunia
Park Ji-sung Kritik Permainan Korsel yang Tidak Jelas, Cemas Sejarah Piala Dunia 2014 Terulang
Park Ji-sung melontarkan kritik terhadap penampilan timnas Korea Selatan setelah kalah 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir Grup A Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Park Ji-sung Kritik Permainan Korsel yang Tidak Jelas, Cemas Sejarah Piala Dunia 2014 Terulang
Sosok
Absolute Cinema, Momen Spesial Guillermo Ochoa di Panggung Piala Dunia
Di balik kemenangan 3-0 Meksiko atas Republik Ceko pada laga terakhir Grup A di Stadion Azteca, Kamis (25/6), terselip sebuah momen spesial yang penuh emosi.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Absolute Cinema, Momen Spesial Guillermo Ochoa di Panggung Piala Dunia
Piala Dunia
Carlo Ancelotti Bikin Vinicius Gacor di Piala Dunia 2026
Vinicius Junior kembali menunjukkan kelasnya saat membawa Brasil meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Skotlandia pada laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026 di Miami Stadium.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Carlo Ancelotti Bikin Vinicius Gacor di Piala Dunia 2026
Bagikan