4 Alasan Bagnaia Pantas Menyandang Gelar Juara Dunia

Keberhasilan ini sekaligus menjadi rekor tersendiri bagi pembalap asal Italia itu. Untuk pertama kalinya, rider berjuluk Pecco ini mampu merebut trofi kemenangan.
Andhika PutraAndhika Putra - Minggu, 13 November 2022
4 Alasan Bagnaia Pantas Menyandang Gelar Juara Dunia
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - MotoGP musim 2022 telah berakhir. Gelar juara dunia akhirnya mampu direbut pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi rekor tersendiri bagi pembalap asal Italia itu. Untuk pertama kalinya, rider berjuluk Pecco ini mampu merebut trofi kemenangan.

Sayangnya hingga saat ini, ada beberapa pihak yang masih memandang Pecco dengan sebelah mata. Mereka beranggapan Bagnaia belum layak menyandang status sebagai peraih gelar juara. Kondisi ini tidak terlepas dari insiden yang melibatkan Bagnaia dengan Enea Bastianini di MotoGP Malaysia.

Publik menilai Bagnaia berhasil merebut gelar juara berkat bantuan Bastianini. Mereka menuduh Bastianini sengaja mengalah pada balapan tersebut. Akibatnya Bagnaia berhasil merebut poin maksimal hingga membuatnya semakin menjauh dari Fabio Quartararo di klasemen sementara.

Namun Ducati menepis isu tersebut. Menurut tim asal Borgo Panigale, Italia ini, Bagnaia memiliki kapabilitas untuk merebut gelar juara musim ini. Berkaca dari hal ini, BolaSkor.com merangkum beberapa hal yang membuat Bagnaia pantas dijuluki sebagai raja musim 2022. Berikut empat alasan Bagnaia mampu Menyandang status tersebut:

Keberhasilan Menunjukkan Konsistensi

Tercatat Bagnaia menjadi satu-satunya pembalap yang berhasil menjaga konsistensinya. Memang pada awal musim ini, Pecco berada di titik terendah performanya. Terbukti pada balapan pembuka, Bagnaia gagal menyelesaikan balapannya.

Kemudian di empat balapan selanjutnya, Bagnaia gagal merebut podium sama sekali. Posisi kelima merupakan pencapaian terbaik yang dapat diraihnya saat itu.

Namun di lima balapan selanjutnya, Bagnaia mulai bangkit dari keterpurukannya. Dari lima balapan tersebut, dua diantaranya mampu diraih dengan hasil positif (podium pertama). Sementara tiga lainnya gagal diselesaikan (retired).

Memasuki paruh kedua musim 2022, Bagnaia mulai mengganas. Rekan satu tim Jack Miller itu mampu memperkecil selisih poinnya dengan Fabio Quartararo usai merebut tiga kali podium pertama secara beruntun. Puncaknya saat Bagnaia mendepak Quartararo dari kursi kepemimpinan di MotoGP Australia, hingga akhirnya merebut gelar juara di balapan penutup (MotoGP Valencia).

Status Penerus Valentino Rossi

Tidak dapat dipungkiri, sebagai murid Akademi VR46, Bagnaia memiliki tugas berat yang harus dilaksanakan. Pecco harus menjaga nama baik gurunya, Valentino Rossi di ajang balap motor kasta tertinggi ini.

Terlebih lagi di MotoGP era ini, Bagnaia digadang-gadang sebagai penerus The Doctor karena menjadi satu-satunya alumni Akademi VR46 yang paling cemerlang di kelas premier. Tentunya kondisi ini membuat Bagnaia harus berjuang keras agar tidak ingin mengewakan Rossi.

Upaya Bagnaia akhirnya membuahkan hasil. Pembalap berumur 25 tahun ini mampu membuktikan levelnya di hadapan gurunya. Bagnaia berhasil menuntaskan misinya meneruskan tradisi Rossi merebut gelar juara.

Harapan Mengembalikan Dinasti Italia

Di MotoGP era sekarang, setidaknya terdapat tiga negara yang saling beradu kemampuan dalam perebutan gelar juara. Pertama Spanyol, kedua Perancis, dan ketiga Italia lewat Bagnaia.

Namun sayangnya dari dua negara tersebut, hanya Italia yang berada dalam kondisi terpuruk. Peran mereka sebagai pemimpin MotoGP mulai pudar. Tercatat terakhir kali Italia berhasil mendominasi MotoGP terjadi pada era Rossi.

Berangkat dari situasi ini, Italia hanya bisa menggantungkan nasibnya pada satu pembalap saja, yakni Bagnaia. Murid The Doctor ini menjadi harapan terakhir Italia merebut gelar juara demi mengembalikan masa kejayaannya.

Penantian panjang ini akhirnya berakhir sudah. Bagnaia berhasil mengembalikan harga diri pembalap Italia. Lewat keberhasilannya merebut gelar juara dunia musim 2022, Pecco akhirnya mampu memenuhi harapan Italia yang telah lama direbut oleh pembalap Spanyol dan Perancis.

Pembuktian Kepercayaan Ducati

Tidak hanya menjadi andalan pembalap Italia saja, Bagnai juga menjadi harapan terbesar bagi Ducati untuk mengembalikan masa kejayaannya. Terbukti saat dipromosikan ke kelas pabrikan pada musim 2021, Ducatilangsung menunjuk Pecco sebagai ujung tombak tim.

Bagnaia tidak menyia-nyiakan kesempatan ini begitu saja. Terbukti di musim debutnya bersama tim pabrikan, Bagnaia mampu menunjukkan hasil luar biasa. Bagnaia berhasilmerebut posisi kedua di klasemen akhir.

Keberhasilan ini membuat Ducati semakin ambisius menghadapi persaingan MotoGP di musim selanjutnya. Melalui pengembangan yang dilakukannya, Ducati akhirnya mampu menciptakan motor yang kompetitif sesuai harapan Bagnaia. Lewat kombinasi ini Bagnaia akhirnya berhasil meneruskan jejak Casey Stoner merebut gelar juara dunia.

Penulis: Bintang Rahmat

Breaking News Motogp Motogp 2022 Francesco Bagnaia
Ditulis Oleh

Andhika Putra

Posts

8.253

Berita Terkait

Inggris
Lolos ke Putaran Keempat Piala FA, Manchester City Berambisi Sapu Bersih Gelar
Manchester City lolos ke putaran keempat Piala FA setelah menghancurkan Exeter City 10-1 di Stadion Etihad.
Yusuf Abdillah - Minggu, 11 Januari 2026
Lolos ke Putaran Keempat Piala FA, Manchester City Berambisi Sapu Bersih Gelar
Italia
Juventus Pertimbangkan Barter Pemain dengan AC Milan
Juventus sedang mempertimbangkan untuk menawarkan kesepakatan pertukaran pinjaman kepada AC Milan.
Yusuf Abdillah - Minggu, 11 Januari 2026
Juventus Pertimbangkan Barter Pemain dengan AC Milan
Spanyol
Final Piala Super Spanyol: Xabi Alonso Siapkan Rencana untuk Redam Lamine Yamal
Real Madrid akan menghadapi Barcelona pada final Piala Super Spanyol 2026 di King Abdullah Sports City, Senin (12/1) dini hari WIB.
Yusuf Abdillah - Minggu, 11 Januari 2026
Final Piala Super Spanyol: Xabi Alonso Siapkan Rencana untuk Redam Lamine Yamal
Jadwal
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Portsmouth vs Arsenal pada Minggu (11/1), Live Sebentar Lagi
Jadwal siaran langsung dan link streaming Portsmouth vs Arsenal di Piala FA. Duel seru di Fratton Park siap digelar malam ini. Jangan sampai ketinggalan laga The Gunners!
Johan Kristiandi - Minggu, 11 Januari 2026
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Portsmouth vs Arsenal pada Minggu (11/1), Live Sebentar Lagi
Jadwal
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Fiorentina vs AC Milan, Live Sebentar Lagi
Jadwal siaran langsung dan link streaming Fiorentina vs AC Milan di Serie A. Duel panas di Artemio Franchi jadi ujian Rossoneri dalam perburuan gelar. Live sebentar lagi!
Johan Kristiandi - Minggu, 11 Januari 2026
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Fiorentina vs AC Milan, Live Sebentar Lagi
Sosok
Cesar Meylan, Asisten John Herdman di Timnas Indonesia yang Meraih Emas Olimpiade
Cesar Meylan menjadi pelatih fisik Timnas Indonesia.
Tengku Sufiyanto - Minggu, 11 Januari 2026
Cesar Meylan, Asisten John Herdman di Timnas Indonesia yang Meraih Emas Olimpiade
Inggris
5 Fakta Menarik Jelang Duel Portsmouth vs Arsenal di Putaran Ketiga Piala FA
Arsenal akan melakoni laga tandang melawan Portsmouth pada putaran ketiga Piala FA 2025-2026 di Fratton Park.
Yusuf Abdillah - Minggu, 11 Januari 2026
5 Fakta Menarik Jelang Duel Portsmouth vs Arsenal di Putaran Ketiga Piala FA
Hasil akhir
Hasil Super League 2025/2026: Persib Bandung Juara Paruh Musim Usai Kalahkan Persija Jakarta
Persib Bandung memuncaki klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan 38 poin dari 17 laga.
Tengku Sufiyanto - Minggu, 11 Januari 2026
Hasil Super League 2025/2026: Persib Bandung Juara Paruh Musim Usai Kalahkan Persija Jakarta
Inggris
Liam Rosenior Ungkap Alasan Tetap Memakai Taktik Enzo Maresca
Pada debut Liam Rosenior sebagai pelatih Chelsea meraih kemenangan 5-1 melawan Charlton di pertandingan putaran ketiga Piala FA 2025-2026.
Yusuf Abdillah - Minggu, 11 Januari 2026
Liam Rosenior Ungkap Alasan Tetap Memakai Taktik Enzo Maresca
Inggris
Samai Sergio Aguero, Debut Antoine Semenyo di Manchester City Tuai Pujian
Antoine Semenyo memulai lembaran barunya di Manchester City dengan menjadi pemain terbaik.
Yusuf Abdillah - Minggu, 11 Januari 2026
Samai Sergio Aguero, Debut Antoine Semenyo di Manchester City Tuai Pujian
Bagikan