3 Masalah Man United yang Berujung Pemecatan Solskjaer

Tiga tahun karier kepelatihan Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United telah berakhir.
Arief HadiArief Hadi - Selasa, 23 November 2021
3 Masalah Man United yang Berujung Pemecatan Solskjaer
Ole Gunnar Solskjaer (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Kabar-kabar mengenai pemecatan Ole Gunnar Solskjaer sudah santer beredar semenjak Manchester United kalah 0-5 dari Liverpool, sebelum jeda internasional di bulan November.

Solskjaer masih aman posisinya bahkan di kala Man United kalah 0-2 dari Manchester City. Akan tapi setelah jeda internasional situasinya tak membaik setelah jeda internasional dan laga melawan Watford.

Kekalahan atau hasil imbang bukan hasil yang diharapkan, tapi itu jadi kenyataan di markas Watford. United takluk dengan skor telak 1-4 dan setelah direksi mengadakan pertemuan, keputusannya adalah Solskjaer dipecat.

Baca Juga:

Ogah Tunggu Musim Depan, Pochettino Ingin Gabung Manchester United Secepatnya

Solskjaer Kenang Momen Pahit Gagal Juara Liga Europa

Sederet Statistik Solskjaer di Man United, Termasuk Perbandingan dengan Pendahulu

Pemecatan itu menjadi klimaks dari buruknya performa United. Kendati demikian dalam tiga tahun melatih United, Solskjaer sedianya tidak memecah suasana di kamar ganti pemain dan terjaga kondusif.

Meski begitu hasil adalah segalanya. Kekalahan demi kekalahan, termasuk melawan tim non-unggulan, tidak bisa ditolerir untuk klub sekaliber United. Lantas, apa masalah utama Man United yang berujung pemecatan Solskjaer?

1. Mencadangkan Donny van de Beek

Donny van de Beek

Selama lima tahun membela Ajax Amsterdam pasca promosi dari akademi, Donny van de Beek mempopulerkan dirinya sebagai salah satu gelandang bertalenta. Kemampuannya tak diragukan dalam mengoper bola serta membantu serangan.

Akan tapi sejak gabung Man United pada 2020 Van de Beek (24 tahun) jarang main. Itu menimbulkan pertanyaan dari banyak pihak, apalagi Solskjaer cenderung lebih sering memainkan Fred untuk berduet dengan Scott McTominay.

Apabila di musim pertamanya Van de Beek jarang main dengan dalih proses adaptasi, maka di musim kedua dan berikutnya gelandang asal Belanda itu seyogyanya lebih banyak bermain. Tidak sekedar jadi bagian rotasi atau pemain yang bermain di Piala Liga dan Piala FA.

2. Sistem Bermain

Kekalahan 0-5 dari Liverpool dan 0-2 dari Man City sudah memperlihatkan bobroknya Man United di era Solskjaer. Dengan skuad yang dimiliki saat ini, United sedianya dapat bermain lebih baik lagi secara kolektif.

Alih-alih bermain kolektif permainan Man United cenderung mengandalkan kualitas individu hingga hal tersebut mudah diekspos lawan. Padahal jika disatukan di satu sistem yang jelas, skuad United mumpuni.

United punya pemain seperti Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes, Paul Pogba, Van de Beek, Jadon Sancho, Raphael Varane, dan jika semua 'diracik' dengan baik maka United bisa bersaing di papan atas klasemen. Kekalahan dari City dan Liverpool memperlihatkan kelas berbeda dari United.

3. Pertahanan Terbuka

130 juta poundsterling sudah dihabiskan United kala memboyong Aaron Wan-Bissaka dan Harry Maguire. Keduanya pembelian mahal tetapi kontribusinya dalam bertahan tak terlihat signifikan.

Meski rapuhnya pertahanan United bukan hanya salah keduanya melainkan karena kolektivitas tim yang tidak ada, tidak ada kesatuan, dengan banderol tersebut United seharusnya bisa lebih efisien mencari bek-bek.

Belum lagi dengan kedatangan Raphael Varane dari Real Madrid. Kebobolan 21 gol dari 12 laga Premier League jelas tak mencerminkan harapan fans kepada Man United.

Breaking News Ole gunnar Solskjaer Solskjaer Manchester United Trivia Sepak Bola
Ditulis Oleh

Arief Hadi

Posts

16.205

Berita Terkait

Hasil akhir
Hasil Super League 2025/2026: Kalahkan Persijap Jepara, Dewa United Banten FC Tutup Putaran Pertama dengan Manis
Pada pertandingan lainnya, PSBS Biak sukses menaklukkan Bhayangkara Presisi Lampung FC 4-1.
Rizqi Ariandi - Senin, 12 Januari 2026
Hasil Super League 2025/2026: Kalahkan Persijap Jepara, Dewa United Banten FC Tutup Putaran Pertama dengan Manis
Liga Indonesia
Real Madrid vs Barcelona Legends Akan Getarkan GBK, Sambut 500 Tahun Jakarta
Pertandingan El Clasico akan hadir di Jakarta, dalam tajuk “Clash of Legends Jakarta” di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 18 April 2026.
Tengku Sufiyanto - Senin, 12 Januari 2026
Real Madrid vs Barcelona Legends Akan Getarkan GBK, Sambut 500 Tahun Jakarta
Inggris
Menilik Rekam Jejak Michael Carrick sebagai Manajer Interim Manchester United: Pernah Menumbangkan Arsenal
Michael Carrick masuk radar manajer interim Manchester United. Menilik rekam jejaknya bersama Setan Merah, termasuk kemenangan atas Arsenal.
Johan Kristiandi - Senin, 12 Januari 2026
Menilik Rekam Jejak Michael Carrick sebagai Manajer Interim Manchester United: Pernah Menumbangkan Arsenal
Liga Indonesia
Persija Melawan Serangan Rasisme terhadap Allano Lima Usai Laga Kontra Persib
Winger Persija, Allano Lima, mendapatkan serangan rasisme di media sosial. Persija tegas berdiri bersama Allano untuk melawan segala tindakan diskriminasi.
Rizqi Ariandi - Senin, 12 Januari 2026
Persija Melawan Serangan Rasisme terhadap Allano Lima Usai Laga Kontra Persib
Inggris
Ketimbang Solskjaer, Carrick Terdepan Latih Manchester United
INEOS telah mewawancara dua legenda klub, Ole Gunnar Solskjaer dan Michael Carrick, soal kandidat pelatih baru Manchester United.
Arief Hadi - Senin, 12 Januari 2026
Ketimbang Solskjaer, Carrick Terdepan Latih Manchester United
Prediksi
Prediksi dan Statistik Juventus vs Cremonese: Bianconeri Harus seperti Mobil Ferrari
Prediksi dan statistik Juventus vs Cremonese di Serie A 2025/2026. Bianconeri diunggulkan menang, simak analisis lengkap dan prediksi skor.
Johan Kristiandi - Senin, 12 Januari 2026
Prediksi dan Statistik Juventus vs Cremonese: Bianconeri Harus seperti Mobil Ferrari
Italia
Superkomputer Prediksi Hasil Juventus vs Cremonese: Peluang Menang Bianconeri Sangat Besar
Superkomputer Opta memprediksi hasil Juventus vs Cremonese di Serie A 2025/2026. Peluang menang Bianconeri sangat besar. Simak persentasenya!
Johan Kristiandi - Senin, 12 Januari 2026
Superkomputer Prediksi Hasil Juventus vs Cremonese: Peluang Menang Bianconeri Sangat Besar
Timnas
John Herdman Kurang Fit, Sesi Perkenalan Resmi Diundur ke 13 Januari
PSSI awalnya akan memperkenalkan secara resmi John Herdman kepada awak media di Jakarta pada Senin (12/1).
Rizqi Ariandi - Senin, 12 Januari 2026
John Herdman Kurang Fit, Sesi Perkenalan Resmi Diundur ke 13 Januari
Liga Indonesia
Mauricio Souza Tanggapi Rumor Fajar Fathurrahman Gabung Persija Jakarta
Fajar Fathurrahman dikabarkan bakal bergabung ke Persija Jakarta setelah berpisah dengan Borneo FC Samarinda.
Rizqi Ariandi - Senin, 12 Januari 2026
Mauricio Souza Tanggapi Rumor Fajar Fathurrahman Gabung Persija Jakarta
Liga Indonesia
Persija Kalah dari Persib Akibat Dua Kesalahan Individu
Pelatih Persija, Mauricio Souza, menilai kekalahan tim asuhannya dari Persib Bandung disebabkan oleh dua kesalahan individu.
Rizqi Ariandi - Senin, 12 Januari 2026
Persija Kalah dari Persib Akibat Dua Kesalahan Individu
Bagikan