3 Alasan Inter Milan Tak Perlu Lagi Memungut Romelu Lukaku

Sebab, setidaknya ada tiga alasan kenapa Inter Milan tidak perlu mendatangkan kembali Romelu Lukaku.
Johan KristiandiJohan Kristiandi - Minggu, 02 Januari 2022
3 Alasan Inter Milan Tak Perlu Lagi Memungut Romelu Lukaku
Romelu Lukaku (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Romelu Lukaku menjadi buah bibir dalam beberapa hari terakhir. Sang striker menegaskan niatnya kembali ke Inter Milan. Namun, Nerazzurri setidaknya punya tiga alasan untuk tidak kembali memboyong Lukaku.

Inter Milan adalah tim yang menyelamatkan karier Romelu Lukaku. Ketika performanya merosot tajam di Manchester United, uluran tangan Inter membawa Lukaku ke penampilan terbaik. Inter membeli Lukaku seharga 74 juta euro pada musim panas 2019.

Namun, setelah meraih gelar Scudetto pada musim keduanya, Lukaku memilih pindah ke sang mantan, Chelsea. Padahal, ketika itu Inter sudah tidak perlu lagi melepas pemain bintang untuk mengatasi masalah keuangan karena sudah menjual Achraf Hakimi ke Paris Saint-Germain.

Baca Juga:

Curhatan Romelu Lukaku Bikin Thomas Tuchel Tak Senang

Situasi Terkini di Chelsea Tak Memuaskan Romelu Lukaku

6 Bintang yang Kariernya Pasang Surut Sepanjang 2021

Kini, Lukaku mengalami kesulitan di Chelsea. Ia tidak masuk dalam susunan pemain inti milik Thomas Tuchel. Lukaku pun mengungkap hasrat kembali membela Inter Milan.

Namun, Inter Milan perlu mempertimbangkan matang-matang jika ingin memboyong kembali Lukaku. Sebab, setidaknya ada tiga alasan kenapa Inter Milan tidak perlu mendatangkan kembali Romelu Lukaku.

Merusak Keuangan

Mendatangkan Romelu Lukaku sama saja dengan mengeluarkan dana besar. Tidak hanya dari sisi nilai transfer, tetapi juga gaji.

Tentunya, Chelsea tidak ingin rugi jika menjual Lukaku. Uang yang sudah diinvestasikan untuk membeli Big Rom mencapai 115 juta euro.

Dengan nilai tersebut, Inter Milan yang mengalami masalah keuangan sangat sulit untuk menyelesaikan transfer. Apalagi, gaji yang tinggi juga membuat neraca keuangan La Beneamata semakin tidak seimbang.

Tak Diterima Suporter

Pada wawancaranya, Romelu Lukaku mengeluarkan banyak kata manis untuk Inter Milan dan suporternya. Namun, apa yang sudah dilakukan Lukaku dianggap sebagai pengkhianatan oleh ultras Inter.

Lukaku mencoba mencuci tangan dengan menyebut dirinya tak bersalah atas kepindahan ke Chelsea. Lukaku hanya ingin mendapatkan tantangan baru dan pada sisi lain Inter Milan tidak berupaya mempertahankannya.

"Saya kesal karena direktur bahkan tidak mencoba memperbarui kontrak saya (karena krisis keuangan). Saya tidak pergi demi uang, tetapi tantangan untuk kembali ke Inggris di mana saya tidak menang," kata Lukaku kepada Sky Sports.

"Inter selalu berada di hati. Saya sangat berharap dari lubuk hati saya untuk kembali bukan di akhir karier, tetapi ketika saya masih di level atas untuk bersama-sama memenangi gelar lebih banyak."

Pernyataan tersebut membuat suporter Inter Milan geram. Mereka merasa Lukaku sudah melakukan kesalahan yang sulit dimaafkan. Oleh karena itu, mendatangkan Lukaku sama saja dengan menyediakan ring tinju untuk bertarung dengan suporter.

"Tidak masalah siapa yang lari di tengah hujan, yang penting siapa yang bertahan di tengah badai. Sampai jumpa Romelu," tulis pernyataan suporter Inter

Menjadi Bom Waktu

Memang, memboyong kembali Lukaku bisa memberikan dampak positif dari sisi penampilan tim. Namun, Lukaku juga bisa menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan pun.

Mendatangkan Lukaku bisa merusak keharmonisan tim yang saat ini sudah terjalin. Tidak ada jaminan Lukaku tak akan pergi lagi jika mendapatkan tawaran dari tim besar.

Meskipun, Lukaku dikenal punya hubungan sangat dekat dengan para pemain Inter, tetapi potensi merusak juga tetap ada. Bukan tidak mungkin Lukaku mengeluarkan pernyataan yang menyakitkan untuk Inter seperti apa yang ia lakukan kepada Chelsea.

Romelu lukaku Breaking News Inter Milan Trivia Sepak Bola Chelsea

Johan Kristiandi

My name is Johan Kristiandi, a Sports Journalist and Content Writer with more than eight years of experience. A Journalism graduate from the IISIP Jakarta, I began my career at Bola.com before joining BolaSkor.com in 2018 under PT Merah Putih Media, where I cover football news, match analysis, transfer updates, and major international tournaments. I also contributed to FIFA+ Indonesia during the 2022 FIFA World Cup and have worked as a Freelance Writer for Netralnews.com, producing content across sports, politics, economics, lifestyle, and breaking news.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Jadwal
Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Dibuka Afsel vs Kanada
Simak jadwal lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 mulai 29 Juni 2026. Ada Brasil, Argentina, Inggris, Prancis, Portugal hingga tuan rumah Kanada.
Rizqi Ariandi - Minggu, 28 Juni 2026
Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Dibuka Afsel vs Kanada
Klasemen
Klasemen Akhir Grup J Piala Dunia 2026: Messi dan Argentina Sempurna
Argentina finis sebagai juara Grup J Piala Dunia 2026 dengan poin sempurna usai mengalahkan Yordania 3-1. Lionel Messi kembali mencetak gol dan memimpin top skor.
Rizqi Ariandi - Minggu, 28 Juni 2026
Klasemen Akhir Grup J Piala Dunia 2026: Messi dan Argentina Sempurna
Hasil akhir
Hasil Pertandingan Terakhir Grup J Piala Dunia 2026: Messi Bawa Argentina Menang, Aljazair Kubur Mimpi Iran
Lionel Messi kembali mencetak gol saat Argentina mengalahkan Yordania 3-1, sementara Aljazair lolos ke 32 besar dan menyingkirkan Iran.
Rizqi Ariandi - Minggu, 28 Juni 2026
Hasil Pertandingan Terakhir Grup J Piala Dunia 2026: Messi Bawa Argentina Menang, Aljazair Kubur Mimpi Iran
Piala Dunia
Duel Cristiano Ronaldo vs Lionel Messi Bisa Terjadi di Final Piala Dunia 2026
Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi berpeluang bertemu di final Piala Dunia 2026. Simak bagan fase gugur serta jalur Portugal dan Argentina menuju partai puncak.
Rizqi Ariandi - Minggu, 28 Juni 2026
Duel Cristiano Ronaldo vs Lionel Messi Bisa Terjadi di Final Piala Dunia 2026
Lainnya
Ukir Sejarah, Timnas Voli Indonesia Tembus Final AVC Cup 2026
Timnas voli putra Indonesia mengukir sejarah baru dengan melangkah ke babak final AVC Cup untuk pertama kalinya.
BolaSkor - Minggu, 28 Juni 2026
Ukir Sejarah, Timnas Voli Indonesia Tembus Final AVC Cup 2026
Klasemen
Klasemen Akhir Grup K Piala Dunia 2026: Jadi Runner-up, Portugal Jumpa Kroasia di Babak 32 Besar
Klasemen akhir Grup K Piala Dunia 2026: Kolombia finis sebagai juara grup, Portugal menjadi runner-up dan akan menghadapi Kroasia di babak 32 besar.
Johan Kristiandi - Minggu, 28 Juni 2026
Klasemen Akhir Grup K Piala Dunia 2026: Jadi Runner-up, Portugal Jumpa Kroasia di Babak 32 Besar
Piala Dunia
Rating Pemain Kolombia vs Portugal: Cristiano Ronaldo Paling Buruk
Rating pemain Kolombia vs Portugal di Piala Dunia 2026. Cristiano Ronaldo mendapat nilai terendah di starting XI Portugal, sementara Diogo Costa menjadi pemain terbaik timnya.
Johan Kristiandi - Minggu, 28 Juni 2026
Rating Pemain Kolombia vs Portugal: Cristiano Ronaldo Paling Buruk
Hasil akhir
Hasil Pertandingan Terakhir Grup K Piala Dunia 2026: Portugal Ditahan Kolombia, DR Kongo Comeback
Hasil Grup K Piala Dunia 2026: Portugal bermain imbang tanpa gol melawan Kolombia, sementara DR Kongo bangkit mengalahkan Uzbekistan 3-1 dan lolos ke babak 32 besar.
Johan Kristiandi - Minggu, 28 Juni 2026
Hasil Pertandingan Terakhir Grup K Piala Dunia 2026: Portugal Ditahan Kolombia, DR Kongo Comeback
Piala Dunia
Sah, Harry Kane Jadi Pencetak Gol Terbanyak Inggris di Piala Dunia
Harry Kane resmi menjadi pencetak gol terbanyak Timnas Inggris di Piala Dunia usai melewati rekor Gary Lineker. Simak jumlah gol, rekor baru, dan statistik lengkapnya.
Johan Kristiandi - Minggu, 28 Juni 2026
Sah, Harry Kane Jadi Pencetak Gol Terbanyak Inggris di Piala Dunia
Piala Dunia
Rating Pemain Panama vs Inggris: Satu Gol dan Satu Assist Membuat Jude Bellingham Paling Bersinar
Rating pemain Panama vs Inggris di Piala Dunia 2026. Jude Bellingham tampil sebagai pemain terbaik dengan nilai tertinggi usai mencetak gol dan membawa Inggris menang 2-0.
Johan Kristiandi - Minggu, 28 Juni 2026
Rating Pemain Panama vs Inggris: Satu Gol dan Satu Assist Membuat Jude Bellingham Paling Bersinar
Bagikan