BolaSkor.com - University Boxing League (UBL) Nasional 2026 aka digelar di Jakarta pada 23 Mei mendatang. Ini puncak dari rangkaian UBL Season 1, setelah melalui roadshow di enam provinsi yang melibatkan lebih dari 60 universitas dan 280 mahasiswa.
Sebanyak 18 petinju terbaik akan bersaing memperebutkan sembilan sabuk juara nasional di berbagai kelas.
Tak hanya itu, ajang ini sangat bergengsi bagi para mahasiswa yang memang menggemari dan menggeluti olahraga tinju.
Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) menjadikan UBL Nasional 2026 sebagai ajang menjaring bibit-bibit petinju amatir potensial dari mahasiswa.
Baca Juga:
Ogah Numpang Lewat, PBSI Targetkan Indonesia Masuk Final di Thomas-Uber Cup 2026
PSSI dan I League Ingin Gelar Kompetisi Tambahan Musim Depan, Piala Indonesia Dihidupkan Lagi?
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perbati Hengky Silatang, menegaskan UBL menjadi wadah yang bagus untuk membuka ruang pembinaan atau pencarian bibit-bibit potensial atlet tinju Indonesia.
“Dari UBL ini kami harapkan muncul atlet yang bisa membawa Merah Putih. Kami tidak memilih berdasarkan latar belakang, yang penting potensial. Tidak ada batasan, seluruh Indonesia punya kesempatan,” ujar Hengky dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/4).
Ia menambahkan, meski UBL berstatus ajang nasional, peluang atlet dalam menembus level internasional tetap terbuka melalui pembinaan lanjutan.
“Kalau memang ada potensi, tentu akan kami dorong ke level berikutnya, termasuk internasional,” katanya.
Wakil Ketua Umum Perbati Sultan Sapta, menambahkan mahasiswa memiliki potensi besar untuk diproyeksikan menjadi atlet nasional.
"Kalau ada yang menonjol, sangat mungkin diproyeksikan menjadi atlet Indonesia. Tentu ada tahapan seperti seleksi kejuaraan nasional dan lainnya,” ujar Sultan.
UBL Bisa Lahirkan Atlet Wakil Indonesia di Asian Boxing U-19 dan U-23
Sementara itu, Presiden UBL Sandri Karamoy berharap atlet-atlet UBL bisa naik ke profesional untuk bisa menjadi wakil Indonesia di ajang internasional.
“Pada Juli ada agenda Asian Boxing U-19 dan U-23. Kami juga berharap dari sini ada yang bisa mewakili ke depannya,” kata Sandri.
“Kami mengumpulkan peserta dari enam kota besar seperti Bali, Banten, Yogyakarta, dan Semarang. Di beberapa daerah, jumlah partai cukup banyak, seperti di Yogyakarta dan Semarang yang mencapai sekitar 35 partai,” ujarnya.
Dari proses tersebut, lanjut dia, hanya atlet dengan poin tertinggi yang dipilih melaju ke tingkat nasional.
“Itu tantangan kami, karena hampir semua punya potensi yang sama. Tapi kami harus memilih yang terbaik berdasarkan poin,” katanya.