"Kami kemarin berfokus latihan pada gelandang, lalu kemudian fokus pada pemain bertahan. Saya berharap pulang dari Spanyol, lini per lini Timnas U-19 sudah benar-benar siap. Apalagi pelaksanaan putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar sudah semakin dekat," kata Indra, Senin (8/9). Menurutnya, latihan memperkuat pertahanan terus dilakukan. Bahkan, sudah melakukan simulasinya. Dalam pandangan Indra, hal tersebut berguna untuk mengatasi lawan yang bermain dengan crossing. "Kami terus mencari cara bagaimana mengantisipasinya Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) kami sebagai pelatih. Saya juga banyak belajar dari kegagalan di Brunei," lanjut Indra. Sementara itu, pelatih fisik Timnas Indonesia U-19, Nur Saelan, menuturkan jika VO2 Max pemain mengalami peningkatan dari sebelumnya. JANGAN LEWATKAN:
- >>Timnas U-19 Direncanakan 17 Hari Berada di Spanyol
- >>Ini Alasan BTN Belum Rilis Lawan Timnas U-19 di Eropa
- >>Lawan Uji Coba Timnas U-19 di Spanyol Belum Jelas
- >>Timnas U-19 Dipastikan TC di Spanyol
- >>Indra Sjafri Boyong Satu Pemain Timnas U-19 B
Peningkatan tersebut, diharapkan dapat terus dijaga para pemain. Sebab, waktu gelaran Piala Asia U-19 semakin dekat. "Ada kenaikan dua poin dari sebelumnya. Rata-rata VO2 Max Pemain jadi 60-an. VO2 Max tertinggi dimiliki oleh Evan Dimas, yakni mencapai 69," terangnya.