"Kami terpaksa tidak membawa dia setelah mendapat masukan dari tim dokter. Diki kekurangan kalium yang dampaknya bisa pingsan ketika kelelahan. Meski akibatnya kami kekurangan pemain, namun kami tidak bisa mencari penggantinya. Sebab, 17 pemain yang sebelumnya sudah dipanggil pada 19 Maret, sudah didaftarkan," ujar Fachri. "Karena itu, tugas kami yakni harus memaksimalkan 16 pemain yang ada. Sebab, sudah tidak bisa ganti pemain lagi," imbuhnya. Persiapan Timnas U-14 ini terbilang sangat mepet. Menurut Fachri, awalnya para pemain harus berkumpul pada 17 Maret. Namun karena sebagaian besar pemain tengah ujian nasional, maka pemusatan latihan (TC) baru dilakukan tanggal 23 Maret lalu. Dalam masa persiapan itu, Timnas Indonesia U-14 mampu mencatatkan kemenangan dari Asiop dengan skor 7-0, di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Rabu (26/3). Masing-masing gol tersebut, dicetak Ramdani Tawainella (dua gol), Egy Maulana Fikri (dua gol), Aria Bismabagaskara (dua gol) dan Bayu Yudha. Fachri mengungkapkan, jika anak asuhnya sudah menunjukkan kualitas individu yang sangat bagus. Hanya saja, masih kurang baik dalam memaksimalkan peluang yang ada untuk mencetak gol. "Para pemain berani bertarung dan menunjukkan skill individunya. Para pemain juga bermain bagus dalam hal menyerang ataupun bertahan. Hanya saja, para pemain masih banyak membuang banyak peluang yang didapatnya. Tapi mereka masih anak-anak bukan pemain profesional, jadi tidak apa," pungkasnya.