Football

Sport

Feature

Result

Show

Timnas Indonesia Berita

Timnas Indonesia U-23 Terancam Absen dari Asian Games 2026, NOC Indonesia Layangkan Protes Keras

Tengku Sufiyanto - Senin, 23 Februari 2026

BolaSkor.com - Indonesia terancam tak turut serta dalam cabang olahraga (cabor) sepak bola di ajang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, karena adanya perubahan regulasi yang mendadak.

Kabarnya, Olympic Council of Asia (OCA) dan AFC akan menerapkan kebijakan baru pada cabor sepak bola di Asian Games 2026 nanti dengan memangkas jumlah peserta.

Kebijakan itu membuat jumlah peserta dibatasi hanya menjadi 16 negara dari total sekitar 45 negara anggota OCA.

Pemilihan 16 negara peserta akan melakukan sistem grading tanpa adanya kualifikasi, di mana negara-negara yang tampil di Asian Games 2026 adalah 16 tim yang menjadi kontestan Piala Asia U-23 2026.

Baca Juga:

Timnas Indonesia U-23 Dikabarkan Tak Bisa Ikut Asian Games 2026, PSSI Beri Respons

Amankan Emas SEA Games dan Olimpiade, Rizki Juniansyah Bertekad Lengkapi Koleksi Medali di Asian Games

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengaku sudah melayangkan protes terkait dengan perubahan regulasi tersebut.

Oh, iya, pasti (protes) dong. Kan dengan dibikinnya grading yang tanpa kualifikasi, sehingga tiba-tiba hanya 16 yang ikut, berarti kan sisanya enggak ikut dari 45 negara, gitu,” ujar Raja Sapta Oktohari di Kantor Kemenpora.

Nah, yang sisanya itu kan merasa dirugikan. Padahal fanbase-nya kalau untuk Asian Games pasti banyak dari sepak bola, gitu. Nah ini suaranya sama dengan negara-negara yang lain,” lanjutnya.

Minta Tuan Rumah Jangan Semena-mena

Aksi
Aksi Rafael Struick saat menghadapi Korea Selatan, pada laga Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa (9/9). (BolaSkor.com/Arjuna Pratama)

Raja Sapta Oktohari meminta agar tuan rumah penyelenggaraan Asian Games 2026 jangan mengambil keputusan semena-mena tanpa mempertimbangkan negara-negara lainnya.

“Ini kan tidak biasa, biasanya di Asian Games itu semuanya ikut. Nah, apakah ini diambil karena ketidakmampuan Nagoya sebagai tuan rumah, itu hal yang lain. Tetapi, sosialisasinya itu harus sampai sama kita dan itu harus fair,” kata pria yang akrab disapa Okto itu.

“Yang pasti, tuan rumah itu tidak boleh semena-mena, gitu. Jadi banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dilihat dan kami akan terus menyuarakan. Bukan hanya kepada PSSI, bukan hanya dengan PSSI, tetapi juga dengan federasi sepak bola lainnya yang ada di Asia,” tambahnya.

Okto mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan OCA untuk menyikapi permasalahan hal tersebut.

“Kami masih tunggu (keputusan) yang official, gitu. Kita enggak mau secara informal. Tapi kalau secara informal, kan Presiden OCA sekarang dari Qatar dan kami sudah komunikasi juga, Qatar juga menjadi salah satu kemarin yang kita komunikasikan,” tuturnya.

Penulis: Gazza Roosaryatama

Baca Artikel Asli