Football

Sport

Feature

Result

Show

Ragam Feature Inggris Berita

Terlalu Bagus untuk Terdegradasi, 5 Klub Premier League yang Secara Mengejutkan Turun Kasta

Arief Hadi - Jumat, 03 April 2026

BolaSkor.com - Persaingan Premier League musim 2025/2026 tidak hanya seru dalam perebutan gelar dan juga zona Eropa, melainkan juga menjauh dari zona degradasi.

Jika dilihat saat ini, hingga pekan 31, Wolverhampton Wanderers dan Burnley menjadi dua tim dengan kans kecil untuk menjauh dari zona degradasi.

Satu slot tersisa kini dihindari West Ham United, Tottenham Hotspur, Nottingham Forest, hingga Leeds United.

Baca Juga:

Resmi, Roberto De Zerbi Tangani Tottenham Hotspur hingga 2031

Tottenham Datang Merayu, Roberto De Zerbi Masih Bisa Menunggu Manchester United atau Inter Milan

Gara-gara Mason Greenwood, Kelompok Suporter Tottenham Tolak Roberto de Zerbi Jadi Pelatih Baru

Di antara klub-klub tersebut, Tottenham yang semakin dekat dengan zona degradasi menjadi sorotan setelah musim lalu juara Liga Europa.

Tidak terbayangkan klub dengan stadion yang megah, pusat latihan elite, dan skuad bagus degradadasi. Tapi jika Tottenham degradasi, mereka bukan satu-satunya klub Premier League dengan status terlalu bagus untuk terdegradasi. Berikut klub lainnya:

1. Aston Villa (2015/2016)

Aston Villa (Foto: ESPN)

Aston Villa mencapai final Piala FA di Wembley pada 2015 sebelum kalah melawan Arsenal. Kala itu Villa ditangani Tim Sherwood.

Skuad Villa juga tidak buruk dengan pemain seperti Idrissa Gueye, Leandro Bacuna, Jordan Ayew, Carlos Sanchez, dan Gabriel Agbonlahor.

Namun, kepergian Christian Benteke dan Fabian Delph memengaruhi kondisi skuad Villa baik itu di era Sherwood, Kevin Macdonald, Remi Garde, hingga Eric Black.

Pada akhirnya Villa menempati dasar klasemen, peringkat 20, dengan hanya meraih 17 poin dan degradasi.

2. Newcastle United (2008/2009)

Newcastle United (Foto: BBC Sport)

Turbulensi terbesar Newcastle yang sudah dilatih Kevin Keegan, Chris Hughton, Joe Kinnear, dan pada akhirnya mengandalkan sang legenda, Alan Shearer.

Tetapi pada akhirnya, dengan delapan laga tersisa, Shearer tak mampu menyelamatkan Newcastle dari degradasi dengan raihan 34 poin dan ada di urutan 18 klasemen.

Padahal, skuad Newcastle tidak buruk dengan adanya Fabricio Coloccini, Kevin Nolan, Michael Owen, Obafemi Martins, Alan Smith, hingga Mark Viduka.

3. West Ham United (2002/2003)

West Ham United (Foto: Squawka)

Pasca mengakhiri musim sebelumnya di peringkat tujuh, West Ham United diyakini dapat bersaing masuk zona Liga Champions.

Fakta yang terjadi justru sebaliknya. West Ham menjual Rio Ferdinand ke Leeds United, tetapi memiliki produk akademi top seperti Joe Cole, Jermain Defoe, Michael Carrick, hingga Glen Johnson.

Mereka dikombinasikan dengan Paolo Di Canio, Frederic Kanoute, David James, membentuk skuad yang bagus di atas kertas. Tapi yang terjadi West Ham justru berakhir di urutan 18 dengan catatan 42 poin. Degradasi.

4. Queens Park Rangers (2012/2013)

QPR (Foto: Getty Images)

QPR membuktikan koleksi pemain-pemain bintang tak menjamin target tercapai dengan mudah.

QPR tak dapat sintas di musim 2012/2013, kala Manchester City menjadi juara liga dan mengalahkan rival sekota Manchester United.

Padahal, QPR memiliki pemain seperti Julio Cesar, Jose Bosingwa, Park Ji-sung, Shaun Wright-Phillips, Jermaine Jenas, hingga Louis Remy.

Sempat dilatih Mark Hughes, QPR setelahnya ditangani Harry Redknapp dan degradasi dengan catatan 25 poin pada posisi 20 klasemen.

5. Middlesbrough (1996/1997)

Middlesbrough (Foto: FourFourTwo)

Finish di urutan 19 Premier League 1996/1997 dengan meraih 39 poin. Middlesbrough arahan Bryan Robson gagal sintas dengan skuad yang bagus.

The Boro memiliki pemain seperti Fabrizio Ravanelli serta trio Brasil Juninho, Emerson, dan Branco.

Baca Artikel Asli