BolaSkor.com - Perebutan titel Premier League 2025/2026 menjadi drama besar di antara Manchester City dan Arsenal, terutamanya setelah hasil di pekan 33.
Man City menang 2-1 atas Arsenal via gol Rayan Cherki dan Erling Haaland, yang diperkecil gol Kai Havertz, di Etihad Stadium, Minggu (19/04) malam WIB.
Arsenal masih memimpin puncak klasemen tetapi kini dengan jarak tiga poin dari Man City. Jika Man City memenangi laga tunda, maka perolehan poin akan sama dengan potensi pemenang titel ditentukan dengan selisih gol.
Baca Juga:
Pilih Merendah Usai Man City Tekuk Arsenal, Pep Guardiola: Kami Bukan Pemimpin Klasemen
Tumbang Lawan Manchester City, Arteta Percaya Diri Arsenal Masih Bisa Juara
Tidak heran apabila pertandingan juga berjalan dengan tensi tinggi dan panas di antara kedua kubu di Etihad Stadium, seperti duel Gabriel Magalhaes vs Erling Haaland.
Kartu Kuning untuk Gabriel dan Haaland
Ada momen di babak kedua ketika keduanya gigih bertarung merebutkan bola, tarik-menarik baju hingga baju dalam Haaland robek.
Gabriel dan Haaland saling berdebat, mengadu kepala hingga satu momen terlihat Gabriel menanduk Haaland. Tetapi, wasit hanya memberi dua kartu kuning untuk kedua pemain.
Jika Haaland terjatuh, terguling-guling, maka Gabriel berpotensi menerima kartu merah. Akan tapi ia tak melakukannya karena ia melihatnya sebagai kontak yang biasa.
"Saya rasa jika saya jatuh ke lantai di sana, yang tidak akan saya lakukan kecuali seseorang benar-benar menyerang saya, mungkin itu akan menjadi kartu merah," kata Haaland dikutip dari Goal.
"Saya tidak yakin. Sejujurnya saya belum melihat situasinya, tetapi begitulah adanya. Saya tidak akan jatuh ke lantai semudah itu."
"Kartu kuning untuk saya, saya tidak tahu mengapa. Dia (Gabriel) mendekati wajah saya, begitulah adanya," terangnya.
Menurut penjelasan Premier League, Gabriel tidak dikartumerah karena tak melakukan tindakan agresif atau kekerasan.
"Keputusan wasit untuk tidak memberikan kartu merah diperiksa dan dikonfirmasi oleh VAR – dengan tindakan Gabriel dianggap tidak terlalu agresif atau kasar," demikian pernyataan Premier League.