Football

Sport

Feature

Result

Show

Italia Berita

Tanpa Kemenangan di Lima Laga Beruntun, Kepercayaan Diri Skuad Juventus Berada di Titik Nadir

Arief Hadi - Minggu, 22 Februari 2026

BolaSkor.com - Juventus arahan Luciano Spalleti masih belum menemukan cara untuk kembali meraih kemenangan.

Periode negatif Il Bianconeri berlanjut saat menjamu Como di Allianz Stadium, Sabtu (21/02) malam WIB, dan kalah 0-2 melalui gol Mergim Vojvoda (11') dan Maxence Caqueret (61').

Alhasil, posisi Juventus kini rawan disalip Como yang terpaut satu poin di peringkat lima dan enam klasemen.

Baca Juga:

Hasil Serie A: Inter Milan Jaga Momentum, Periode Negatif Juventus Berlanjut

Tanpa Kemenangan di Empat Laga Beruntun, Juventus Mundur Tiga Langkah

Prediksi dan Statistik Juventus vs Como: Bianconeri Rawan Tergelincir

Sejak kalah melawan Atalanta (0-3) di Coppa Italia pada awal Februari, Juventus tak menang saat melawan Lazio (2-2), Inter Milan (2-3), dan Galatasaray (2-5).

Kepercayaan Diri Menurun Drastis

Juventus
Juventus 0-2 Como (Foto: @donhutch4)

Luciano Spalletti melihat kepercayaan diri skuad Juventus tengah menurun akibat tekanan dari publik. Hal itu berdampak kepada permainan tim.

"Performa tim juga ditentukan oleh gol pertama itu, karena insiden-insiden kecil memang membuat perbedaan," tutur Spalletti kepada DAZN Italia.

"Kami mencoba untuk kembali ke permainan dengan tekanan individu, tetapi mereka memaksa kami untuk mengejar mereka dengan kualitas dan penguasaan bola mereka."

"Ada saat-saat ketika kami memiliki antusiasme dan beberapa penampilan yang luar biasa, kemudian ketika itu hilang, begitu pula kepercayaan diri, kesalahan terbukti mahal, dan menjadi sulit untuk bereaksi secara psikologis."

"Beginilah cara kerjanya di kepala para pemain, ada terlalu banyak tekanan atas hasil-hasil terakhir, dan momen-momen inilah yang membuat perbedaan," tambahnya.

"Ini semua tentang kepercayaan diri, bahwa kami memiliki kemampuan yang dibutuhkan."

"Kami telah berhasil menciptakan kepercayaan diri pada potensi kami, tetapi ketika kepercayaan diri dan rasa otoritas hilang."

"Saya melihat umpan-umpan yang salah sasaran yang seharusnya tidak pernah dilakukan oleh pemain saya. Itu bukan sesuatu yang biasa terjadi, dan mereka merasa terjebak dalam situasi tersebut," urainya.

Baca Artikel Asli