BolaSkor.com - Periode negatif Juventus tak jua berakhir dan kini telah melalui empat laga tak pernah menang di seluruh kompetisi.
Terbaru, Il Bianconeri arahan Luciano Spalletti dibantai Galatasaray di Rams Park dengan skor 2-5, Rabu (18/02) dini hari WIB, pada leg satu fase play-off Liga Champions.
Dua gol Juventus datang dari Teun Koopmeiners (16', 32') dan lima gol Galatasaray dicetak Gabriel Sara (15'), Noa Lang (49', 74'), Davinson Sanchez (60'), dan Sacha Boey (86').
Baca Juga:
Hasil Liga Champions: Juventus Kena Bantai 2-5 di Markas Galatasaray
Komentari Kontroversi Inter vs Juventus, Allegri Singgung Insiden Gol Hantu Muntari
Superkomputer Prediksi Hasil Galatasaray vs Juventus: Bianconeri Dapat Modal Positif untuk Leg Kedua
Juventus juga bermain dengan 10 pemain saat Juan Cabal, yang menggantikan Andrea Cambiaso, menerima kartu merah di menit 67.
Juventus Mundur Tiga Langkah

Galatasaray 5-2 Juventus (Getty Images)
Spalletti hanya melihat timnya mengalami kemunduran langkah dan bukan satu langkah, bahkan tiga langkah, dengan karakter bermain serta kesalahan yang kerapkali terjadi.
"Kami mengakhiri babak pertama dengan buruk, mencoba untuk kembali ke performa terbaik dan mengubah beberapa hal, tetapi kami benar-benar kehilangan karakter,” tutur Spalletti dikutip dari Sky Sport Italia.
"Ini bukan satu langkah mundur, tetapi tiga langkah mundur malam ini."
"Jelas, Cambiaso mengambil risiko kartu kuning kedua di akhir babak pertama, dalam pertandingan seperti ini ketika Anda memiliki seseorang yang sudah mendapat kartu kuning, bijaksana untuk melakukan pergantian pemain."
"Namun, kami menerima dua kartu kuning lagi dalam 15 menit pertama, kemudian kami semakin merugikan diri sendiri dengan tidak mengenali bahaya dalam situasi tersebut."
Juventus kebobolan banyak gol pada beberapa laga terakhir dan Spalletti masih memiliki keyakinan, apabila sepak bola terbaik dimainkan dengan mindset (pola pikir) permainan ofensif.
"Saya yakin kami bisa meringankan beban pertahanan jika kami mampu bermain sepak bola (ofensif)," yakin Spalletti.
"Jika kami membangun barikade dan melakukan serangan balik, kami tidak memiliki pemain yang cocok untuk pendekatan seperti itu, kami tidak memiliki pemain yang cukup solid untuk tidak membiarkan apa pun masuk."
"Jadi saya percaya menyerang adalah bentuk pertahanan terbaik, mengambil inisiatif. Jika kami turun di bawah standar kualitas kami, maka kami selalu berisiko kebobolan gol," urainya.