"Dua gol cepat yang membobol gawang kami menghasilkan kejutan besar bagi kami, dan bisa dikatakan, menentukan hasil pertandingan. Kami juga terlalu sering membuat kesalahan sendiri. Kita tidak bisa membuat kesalahan melawan tim sekelas Dortmund, karena harga yang harus dibayar sangatlah mahal." ujar Spalletti, dalam konferensi pers pasca pertandingan seperti dilansir oleh UEFA.com. Mental para pemain Zenit memang turun ketika Henrik Mkhitaryan mencetak gol pertama Dortmund pada menit keempat. Belum pulih dari keterkejutan gol Mkhitaryan, Marco Reus mencetak gol kedua Dortmund selang satu menit kemudian, yang membuat mental pemain Zenit seperti terjun bebas dari langit. Kesalahan-kesalahan konyol yang dilakukan oleh para pemain Zenit pun berbuah menjadi gol bagi Dortmund. Ini terjadi ketika Marco Reus mencuri bola dari Neto, yang merupakan awal mula proses gol keempat Dortmund yang dicetak oleh Robert Lewandowski pada menit ke-71. Padahal, mental pemain Zenit sedang naik akibat Hulk mencetak gol kedua Zenit pada menit ke-69, yang membuat kedudukan menjadi 2-3. Tapi kekalahan ini tidak membuat mantan pelatih AS Roma itu menyerah untuk pertandingan di leg kedua, 20 Maret mendatang yang akan berlangsung di kandang Dortmund, stadion Signal-Iduna Park. "Untuk leg kedua nanti, kami mempunyai harapan. Kami harus berpikir secara spesifik tentang apa yang harus kami lakukan di pertandingan itu. Kami harus bermain lebih konsisten lagi dan menghindari membuat kesalahan-kesalahan yang kami lakukan hari ini." ujar pelatih berambut plontos itu.
Spalletti: Dua Gol Cepat Itu 'Membunuh' Kami16 Besar Liga Champions
BolaSkor - Selasa, 25 Februari 2014
- #FC Zenit St. Petersburg
- #Luciano Spalletti
- #Zenit 2-4 Borussia Dortmund
- #Borusia Dortmund
- #Gol Cepat
Bagikan
BERITA TERKAIT
Jumat, 18 September 2026
Juventus Pesta Gol: Spalletti Bahagia, Debut Kiper Baru Il Bianconeri
Kamis, 17 September 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Laga Liga Europa, Juventus vs NEC
Kamis, 17 September 2026
Prediksi Skor dan Link Live Streaming Juventus vs NEC: Tiga Poin di Depan Mata Il Bianconeri
Selasa, 15 September 2026
Masalah Juventus Jadi Cerminan Buruknya Sepak Bola Italia
Minggu, 13 September 2026
Resmi, Skuad Juventus Melawan Sassuolo yang Diperkuat Jay Idzes
Sabtu, 05 September 2026
Prediksi Superkomputer Opta Juventus vs AC Milan: Kekalahan Perdana Il Rossoneri
Sabtu, 05 September 2026
Statistik Menarik Laga Juventus vs AC Milan, Il Rossoneri Lupa Cara Membobol Gawang Bianconeri
Sabtu, 05 September 2026
Prediksi Skor dan Link Live Streaming Juventus vs AC Milan: Panas, Bentrok Dua Tim Besar Italia
Jumat, 28 Agustus 2026
Prediksi Skor dan Link Live Streaming Juventus vs Parma: Laga Kandang Pertama Il Bianconeri
Minggu, 23 Agustus 2026
Tutup Rumor ke Arsenal, Kenan Yildiz Pemain Penting untuk Masa Kini dan Depan Juventus
PILIHAN EDITOR
Selasa, 15 September 2026
5 Alasan AS Roma Memimpin Klasemen Sementara Serie A 2026/2027: Duet Dybala dan Mallen Trengginas
Senin, 07 September 2026
Kisah Cinderella Como, dari Serie D ke Panggung Tertinggi Liga Champions
Kamis, 03 September 2026
Analisis Taktik Xabi Alonso di Chelsea: Penguasaan Bola Rendah, Transisi Bermain Jadi Kunci
Selasa, 01 September 2026
Berakhir Pahit di Piala Dunia 2026, Warisan Lionel Messi Bertahan Selamanya dengan Timnas Argentina
Rabu, 26 Agustus 2026
Cerita Perjalanan Carlos Baleba: Darah Sepak Bola dari Keluarga, Bakti kepada Ibu
Rabu, 26 Agustus 2026
Siapa Igor Thiago? Menyempil di Antara Pemain Arsenal dan Duo Manchester dalam PFA Team of the Year
Senin, 24 Agustus 2026
Siapakah Alphadjo Cisse? Pemain 19 Tahun yang Mencetak Gol pada Debut bersama AC Milan
Jumat, 21 Agustus 2026
Prediksi Premier League 2026/2027: Arsenal Juara Lagi, Manchester United Bisa Bikin Kejutan
Kamis, 20 Agustus 2026
Prediksi Serie A 2026-2027: Inter Milan Favorit, Tim Lain Masih Berbenah
Rabu, 19 Agustus 2026