BolaSkor.com - Penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, menyindir mantan pelatihnya Xabi Alonso saat membandingkannya dengan pelatih Madrid saat ini, Alvaro Arbeloa.
Madrid melalui musim 2025/2026 dengan tidak mudah setelah empat tahun ditangani Carlo Ancelotti. Madrid telah tersingkir di Piala Super Spanyol dan Copa del Rey.
Di LaLiga, Madrid tertinggal dari Barcelona dan akan melawan Bayern Munchen di Liga Champions. Selain itu, Madrid juga mengganti pelatih dari Xabi Alonso ke Alvaro Arbeloa.
Baca Juga:
Statistik Laga Liga Champions Real Madrid vs Bayern Munchen, Rekor Pertemuan Memihak Los Blancos
Malam Besar Liga Champions di Santiago Bernabeu, Duel Tim Besar Real Madrid vs Bayern Munchen
Barcelona Unggul 7 Poin dari Real Madrid, Hansi Flick: Belum Selesai!
Membandingkan kedua pelatih tersebut, Vinicius tak memiliki kenangan baik dengan Alonso yang sebelumnya menangani Bayer Leverkusen.
Lebih Dekat dengan Alvaro Arbeloa

Vinicius Junior (Marca)
Menurut Vinicius, ia lebih dekat dan merasakan ikatan bersama Arbeloa yang dinilainya sama dengan Ancelotti.
Terang-terangan, pemain asal Brasil mengakui tak punya hubungan baik dengan Alonso, yang jarang memainkan Vinicius kala ia melatih Madrid.
"Saya bermain dalam beberapa pertandingan, tetapi tidak banyak menit bermain," kata Vinicius dikutip dari Managing Madrid.
"Tetapi setiap pelatih memiliki metodenya masing-masing dan saya tidak terhubung dengannya seperti yang dia inginkan."
"Namun itu adalah pengalaman belajar dan saya berharap dapat melanjutkan bersama Arbeloa, yang memiliki hubungan yang luar biasa dengan saya dan yang selalu memberi saya kepercayaan diri."
Kepercayaan diri Vinicius terangkat sejak Arbeloa melatih Madrid.
"Saya memiliki hubungan khusus dengan Arbeloa, sama seperti dengan Ancelotti. Dia selalu menjelaskan apa yang dia inginkan dari saya," imbuh Vinicius.
"Saya selalu memberikan yang terbaik dan saya akan terus melakukannya," terangnya.
"Saya rasa saya belum pernah selama ini tanpa mencetak gol. Saya telah belajar dari masa sulit ini, dan saya ingin terus belajar. Pemain terbaik selalu bangkit kembali," urainya.