BolaSkor.com - Tim tradisional Serie A, Parma, terbukti menjadi momok bagi AC Milan saat keduanya bentrok di pekan 26.
Pada pertemuan sebelumnya, Parma menahan imbang Milan 2-2 di kandang dan teranyar di San Siro, Senin (23/02) dini hari WIB, menang 1-0.
Gol tunggal kemenangan Parma ditentukan oleh Mariano Troilo (80') dan Milan tak kuasa mencetak gol, meski punya 64 persen penguasaan bola dengan total 23 tendangan (lima tepat sasaran).
Baca Juga:
Hasil Pertandingan: AC Milan Kalah, Arsenal Menang, Barcelona Rebut Puncak Klasemen LaLiga
Rafael Leao Dibidik Arsenal, AC Milan Pasang Harga Tinggi
Favorit Juara Serie A, Inter Terlalu Jauh untuk Dikejar AC Milan
Kemenangan itu spesial karena mencatatkan Parma sebagai tim pertama yang mengalahkan Milan setelah Cremonese, juga mengakhiri catatan tak terkalahkan Milan pada 24 laga, plus menghentikan Milan mencetak gol setelah selalu melakukannya pada 19 laga terakhir.
AC Milan Tak Beruntung dan Sakit Hati
AC Milan tumbang di San Siro melawan Parma (Foto: Fotmob)
Marco Landucci, asisten pelatih Milan, bekerja di area teknik menggantikan Massimiliano Allegri yang terkena sanksi akumulasi kartu.
Menurut Landucci, Milan tidak beruntung kontra Parma dan bertambah parah dengan cedera Ruben Loftus-Cheek kala berbenturan dengan kiper Parma, Edoardo Corvi.
"Tentu saja kami tidak senang. Parma bermain sangat baik dan bola tidak mau masuk ke gawang kami malam ini," kata Landucci dikutip dari Football-Italia.
"Kami menginginkan tiga poin, jadi tentu saja kami merasa kecewa, tetapi kami akan kembali berjuang mulai Selasa."
"Saya pikir Serie A adalah liga tersulit di dunia, karena sangat seimbang, dan setiap pertandingan memiliki bahaya tersembunyi."
"Ada pertandingan yang tidak berjalan sesuai keinginan kami."
"Hari ini, Gabbia cedera saat pemanasan dan kami terpaksa melakukan pergantian pemain di menit terakhir, kemudian Loftus-Cheek langsung cedera dan mengalami benturan yang cukup keras. Malam ini agak sial."
Matteo Gabbia, bek Milan, juga kecewa dan sakit dengan kekalahan yang terjadi di depan pendukung di San Siro.
"Malam itu tidak dimulai dengan baik dan berakhir dengan kekalahan, yang merupakan hal yang paling menyakitkan," imbuh Gabbia.
"Kami kecewa dengan pertandingan ini, dengan kekalahan ini. Kami perlu memiliki kejelasan agar situasi ini tidak memengaruhi kami."
"Kami tidak bisa membuang energi untuk hal-hal ini: kami perlu fokus untuk melakukan yang terbaik berdasarkan hal-hal yang disampaikan staf kepada kami. Tidak ada gunanya menciptakan kontroversi sekarang," urainya.