Bertanding di hadapan publik sendiri di Parc des Princes, Les Parisiens tertinggal satu gol terlebih dahulu saat laga baru berjalan enam menit melalui gol Sidney Sam. Namun akhirnya bisa menyamakan kedudukan menit 13 berkat gol Marquinhos. Leverkusen sebenarnya bisa menggandakan keunggulan menit 28 jika saja eksekusi penalti Simon Rolfes berhasil, sayang Rolfes gagal lantaran Salvatore Sirigu sigap dalam menghalau bola. Babak pertama berakhir dengan skor imbang 1-1. “Di babak pertama kami memulai dengan buruk. Instruksi saya adalah menyerang dan mendikte permainan. Kami tak cukup agresif, sangat kurang dari harapan saya,” ungkap Blanc seperti dilansir laman resmi UEFA. “Kami menyisakan terlalu banyak ruang untuk Bayer. Konsekuensinya mereka memecah kebuntuan. Itu menggugah kami, kami menyamakan keadaan, namun jika saya ingat interval pertama, Salvatore (Sirigu) membuat kami bertahan.” Beruntung PSG punya pemain sekelas Ezequiel Lavezzi. Bomber berkebangsaan Argentina itu tampil sebagai penentu kemenangan menit 53 saat sepakan kerasnya dari dalam kotak penalti tak mampu ditepis kiper Bayer Leverkusen, Leno. Dengan kemenangan ini, tim kota Paris berhak lolos ke babak delapan besar. “Di babak kedua sedikit lebih baik, namun malam ini Paris tidak memberikan performa tak terlupakan. Ini sulit untuk mengatakan tim anda untuk mengabaikan hasil leg pertama – ini sulit. Kami selalu menyimpan itu dalam pikiran kami, bahwa kami masih punya keunggulan empat gol ini.” “Pertandingan Liga Champions adalah masih sebuah permainan di level sangat, sangat tinggi. Hari ini bukan performa terbaik dari kami, namun kami cukup kuat untuk memenangkan pertandingan.” Demikian Blanc.
PSG Menang, Blanc Malah Kecewa
BolaSkor - Kamis, 13 Maret 2014
- #Ezequiel Lavezzi
- #Marquinhos
- #Paris Saint-Germain
- #Sidney Sam
- #Laurent Blanc
- #Salvatore Sirigu
- #PSG
- #Paris Saint-Germain 2-1 Bayer Leverkusen
Bagikan
BERITA TERKAIT
Sabtu, 06 Juni 2026
Intip Peluang, Arsenal Dekati Bek Muda PSG
Rabu, 03 Juni 2026
5 Klub yang Paling Banyak Sumbang Pemain ke Piala Dunia 2026: Manchester City Nomor Satu
Senin, 01 Juni 2026
Khvicha Kvaratskhelia Pemain Terbaik Liga Champions 2025-2026
Minggu, 31 Mei 2026
Melihat Statistik Final Liga Champions, PSG Lebih Layak Menang ketimbang Arsenal
Minggu, 31 Mei 2026
Arsenal Sudah Terbiasa Jadi Pecundang di Final Kompetisi Eropa
Minggu, 31 Mei 2026
3 Faktor yang Membuat Arsenal Kalah Lawan PSG di Final Liga Champions
Minggu, 31 Mei 2026
Menghadapi Tim Seperti PSG, Arsenal Tak Punya Cara Lain Selain Bermain Bertahan
Minggu, 31 Mei 2026
Arsenal Perlu Berevolusi setelah Kalah dari PSG di Final Liga Champions
Minggu, 31 Mei 2026
Daftar Lengkap Juara Liga Champions dari 1955 hingga 2026: PSG Tambah Piala
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026