BolaSkor.com - Laga playoff Championship 2025/2026 yang memperebutkan tiket ke Super League antara Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC berakhir ricuh.
Pertandingan yang digelar di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (08/05) sore WIB berakhir dengan skor 1-0 untuk Adhyaksa FC.
Alhasil, Persipura gagal promosi ke kasta tertinggi dan akan tetap bermain di kasta kedua musim depan.
Suporter tuan rumah yang kecewa dengan hasil tersebut tak terima dan langsung turun ke lapangan usai peluit panjang berbunyi.
Tak hanya turun ke lapangan, dari video yang beredar, terlihat sejumlah fasilitas di sekitar lapangan pun jadi korban perusakan.
Baca Juga:
RD Pimpin Latihan Persipura, Bernostalgia Setelah 20 Tahun Lamanya
PSS Sleman Promosi ke Super League, Persipura Jayapura Berebut Tiket dengan Adhyaksa FC
"PSSI sangat menyayangkan keriuhan ini terjadi di Jayapura, dan tentu kita prihatin dengan keributan ini. PSSI juga tidak sampai berprasangka buruk terjadinya hal seperti kejadian tadi malam," ungkap Sekjen PSSI, Yunus Nusi, Sabtu (09/05).
"Karena kami tahu bahwa masyarakat Papua dan suporter Persipura sangat cinta dengan sepak bola. Tentu dengan cinta akan sepak bola, kami yakin untuk menjaga ketertiban dan keamanan di Stadion Lukas Enembe," lanjutnya.
Noda Sepak Bola Indonesia

Sekjen PSSI, Yunus Nusi. (PSSI)
Yunus Nusi mengatakan bahwa apa yang terjadi di Stadion Lukas Enembe menjadi noda tersendiri bagi sepak bola Indonesia. Dia berharap kejadian serupa tak terjadi lagi
"Kita butuh kesadaran bahwa menang atau kalah itu pasti terjadi di dalam sebuah pertandingan. Kita harus sadar bahwa pertandingan itu kalah, menang, atau seri, dan itu pasti akan terjadi, tidak akan mungkin tidak," kata Yunus.
Yunus berharap ke depannya sepak bola bisa kembali menjadi tontonan menarik bagi keluarga dan mendukung tim kesayangan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.
"Kita mulai dari diri kita sendiri, kita mulai dari suporter yang menjadi andalan klub kesayangan kita untuk saling mengingatkan bahwa keamanan itu sangat penting," ucapnya.
"Dan bila terjadi kericuhan dan keributan, semua juga rugi, tidak ada yang diuntungkan. Sekali lagi PSSI sangat menyayangkan dan prihatin akan kejadian ini," pungkas Yunus Nusi.
Penulis: Gazza Roosaryatama