Di atas kertas, tentu PMU masih dibawah Persebaya. Namun Laskar Sape Kerap, julukan PMU, tak pernah gentar dengan nama besar Bajul Ijo. Justru skuat Sape Kerap sangat termotivasi dan siap habis-habisan demi untuk mendulang poin maksimal di kandang. Pelatih PMU Daniel Roekito pun sepakat laga ini sangat krusial. Tidak hanya membawa gengsi Jawa Timur, namun PMU memang butuh tambahan poin untuk memperbaiki peringkat di klasemen sementara, setelah pada laga sebelumnya Zainal Arif dkk kalah di kandang Persela. "Lupakan kekalahan di Lamongan, karena kini kita kedatangan tim kekuatan tradisional (Persebaya Surabaya) yang butuh konsentrasi dan semangat di lapangan," ungkap Daniel Roekito. Pertemuan kedua tim ini mengulang laga yang sama pada bulan Januari di tempat yang sama di ajang inter island. Saat itu kedua tim berbagi angka 0-0. "Di atas kertas, Persebaya seharusnya menang dengan pemain yang dimilikinya. Mereka dalam performa yang hebat tapi kami tidak boleh kalah sebelum pertandingan, karena sepak bola bukan ilmu pasti yang bisa dihitung di atas kertas dan pemain harus berjuang hingga wasit meniup pertandingan berakhir," tutur Daniel Roekito. Persebaya Surabaya kini ada di peringkat kelima klasemen sementara dengan keunggulan 3 poin dari Sape Kerap, yang masih terdampar di posisi sembilan. Oleh: Bambang Priyanto (koresponden BolaSkor.com Madura)
Persepam MU Wajib Habis-habisan
BolaSkor - Jumat, 14 Maret 2014
- #Bajul Ijo
- #Persebaya
- #Pmu
- #Laskar Sape Kerap
- #Indonesia Super League
- #Isl
- #Persepam MU Wajib Habis-habisan
- #Persepam Madura United
Bagikan
BERITA TERKAIT
Rabu, 24 Juni 2026
Revolusi Medis Sepak Bola: Persebaya dan Mayapada Hospital Surabaya Ciptakan Ekosistem Sports Medicine Pertama di Indonesia
Kamis, 18 Juni 2026
Kenang Kehebatan Ramadhan Sananta, Bernardo Tavares Tak Ragu Ajak Gabung ke Persebaya Surabaya
Rabu, 17 Juni 2026
Rekrut 5 Pemain Baru, Persebaya Punya Alasan Khusus Bergerak Cepat di Bursa Transfer
Sabtu, 13 Juni 2026
Menuju Seabad Perjalanan, Persebaya Hadirkan Jersey Anniversary dengan Sentuhan Penuh Makna
Senin, 08 Juni 2026
Persija Rekrut STY dan Peralta, Persib Tak Gentar
Minggu, 31 Mei 2026
Jalani Empat Kompetisi, Skuad Persib Musim 2026/2027 Diperbesar
Rabu, 27 Mei 2026
Persebaya Lepas Striker Gacor karena Rentan Cedera
Jumat, 22 Mei 2026
Marc Klok Jadi Pemain Persib Paling Sedih Menjelang Penentuan Juara
Sabtu, 09 Mei 2026
Persija vs Persib: Federico Barba Prediksi Laga Sengit di Stadion Segiri
Sabtu, 09 Mei 2026
Tanggapan Ketua Viking Persib Club Usai Marc Klok Dilaporkan The Jakmania
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026