BolaSkor.com - Persebaya Surabaya mengusung misi besar dalam lanjutan Super League 2025/2026 melawan Semen Padang di Stadion Gelora H. Agus Salim, Jum'at (15/5) sore WIB.
Persebaya tak hanya sekadar mengincar tiga poin untuk menembus posisi empat besar. Klub berjuluk Bajol Ijo itu bertekad memutus rekor buruk tidak pernah menang di tanah Minang.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyadari tantangan sejarah yang menghadang timnya. Berdasarkan catatan pertemuan, hasil terbaik yang pernah diraih Persebaya adalah satu poin.
Baca Juga:
Hasil Super League 2025/2026: Persebaya Gagal Kudeta Dewa United, Persis di Ujung Tanduk
Hasil Super League 2025/2026: Persebaya dan Malut United Pesta Gol, PSBS Biak Terdegradasi
Walau dipenuhi motivasi tinggi, pria asal Portugal itu tetap waspada dengan ancaman tuan rumah. Meremehkan lawan yang sudah turun kasta adalah kesalahan besar.
"Bermain di Padang selalu sulit. Jika kita melihat sejarah, Persebaya tidak pernah menang di lapangan ini. Jadi kami berharap bisa mengubah sejarah tersebut," ucapnya.
Semen Padang Tanpa Beban
Tavares justru mewaspadai motivasi tinggi pemain Semen Padang yang bermain tanpa beban. Setelah resmi degradasi, para pemain tentu ingin memikat klub lain agar tetap bermain di Super League musim depan.
"Tim yang tidak memiliki beban sering kali bermain dengan motivasi tinggi. Pelatih mereka mungkin akan menurunkan pemain yang jarang bermain, dan mereka akan mencoba menangkap kesempatan itu," tambahnya.
Kemenangan menjadi harga mati bagi Persebaya jika ingin menggeser Dewa United dari posisi empat besar klasemen sementara. Namun, perjuangan ini sedikit terhambat dengan keterbatasan waktu persiapan dan absennya beberapa pemain.
Pedro Matos dipastikan absen karena klausul kontrak peminjaman dari Semen Padang. Sementara Malik Risaldi & Oktafianus Fernando, kondisinya masih dipantau hingga menit terakhir setelah mengalami cedera pada laga sebelumnya.
Persebaya sendiri hanya sempat melakukan satu kali latihan di Surabaya sebelum menempuh perjalanan panjang ke Padang.
Sementara itu, kiper Persebaya, Andhika Ramadhani menyatakan kesiapannya bermain maksimal. Empat cleansheet beruntun merupakan bukti bila dirinya akan fokus penuh menghadapi laga nanti.
"Alhamdulillah kemarin dapat cleansheet, tapi itu kerja keras semua jajaran tim. Yang paling penting adalah mendapatkan tiga poin, masalah cleansheet atau tidak itu adalah bonus bagi kami," tegas Andhika.
Laga ini juga menjadi momen emosional bagi masyarakat Padang. Pertandingan kontra Persebaya jadi pertandingan terakhir di stadion tersebut sebelum dilakukan renovasi besar-besaran. (Laporan Kontributor Arjuna Pratama)