Pecat Ruben Amorim, Bukti Buruknya Hierarki Manchester United
BolaSkor.com - Di tengah bergulirnya musim 2025-2026, Manchester United membuat keputusan yang mengejutkan dengan memecat Ruben Amorim.
Belum habis pemberitaan soal Chelsea yang memecat Enzo Maresca, Man United melakukan hal yang sama setelah Amorim menyindir manajemen di sesi konferensi pers.
Padahal, Man United masih bertarung secara kompetitif dalam merebutkan posisi empat besar atau zona Liga Champions di Premier League.
Baca Juga:
5 Opsi Pengganti Ruben Amorim di Manchester United
Rumor Panas Pengganti Ruben Amorim, Manchester United Akan Dekati Enzo Maresca
Terlebih, Amorim melakukannya dalam kondisi skuad pincang tanpa pemain-pemain kunci yang absen dan skuad didominasi pemain akademi.
Dua Kolega Angkat Bicara
Pemecatan itu juga menjadi bukti inkonsistensi hierarki Man United yang tidak memercayai proses, mengingat Amorim baru melatih 14 bulan lalu (November 2024).
Di kala skuad tengah menyerap sistem tiga bek yang coba diterapkannya, juga dengan filosofi sepak bola yang dibawanya, proses itu terhenti dengan pemecatan tersebut.
Thomas Frank, pelatih Tottenham Hotspur, mengomentari pemecatan Amorim dan melihatnya sebagai contoh betapa susahnya klub untuk stabil meraih sukses jika terus mengganti personil, seperti pelatih.
"Ini hanyalah contoh lain, dari sudut pandang saya, bahwa sangat sulit untuk mencapai kesuksesan berkelanjutan jika Anda mengganti personel kunci seperti pelatih kepala, direktur olahraga," tutur Frank dikutip dari Athletic.
"Jika Anda merasa memiliki orang yang tepat dan selaras, Anda perlu melakukannya dalam jangka waktu yang lama."
"Di dunia yang fantastis dan indah ini, Anda menang suatu hari dan Anda berada di surga; Anda kalah dan Anda berada di neraka."
"Klub-klub terbaik selaras - kepemilikan, kepemimpinan, dan pelatih - Liverpool, Man City, dan Arsenal."
Nuno Espirito Santo, pelatih West Ham United, juga mengomentari pemecatan Amorim dan memberi saran kepadanya.
"Seperti orang lain, (saya) terkejut. Saya sedih — dia (Amorim) orang Portugal, seorang manajer muda. Tapi begitulah adanya. Kita tahu bagaimana industri ini bekerja," imbuh Santo.
"Pulanglah, atur ulang pikiran, dan bersiaplah untuk tantangan berikutnya. Inilah hidup," urainya.