BolaSkor.com - Pesepakbola muda Indonesia, Fadly Alberto Hengga, mendapatkan kecaman beberapa waktu lalu setelah tertangkap kamera melakukan tindak kekerasan di laga Elite Pro Academy (EPA) U-20.
Penggawa Bhayangkara FC U-20 itu terlihat melayangkan tendangan kunfu ke pemain Dewa United Banten FC U-20, Rakha Nurkholis. Kejadian itu berakhir damai lewat mediasi antara kedua tim.
Kendati demikian, masih banyak insan sepak bola tanah air yang menyayangkan kejadian tersebut, termasuk pelatih Timnas Indoesia U-20, Nova Arianto.
Baca Juga:
Terancam Sanksi Komdis PSSI Buntut Tendangan Kungfu, Fadly Alberto Tetap Kejar Karier Sepak Bola
Sampaikan Permintaan Maaf, Pelaku Tendangan Kungfu Fadly Alberto Pasrah Terima Sanksi
Garuda Calling! Nova Arianto Panggil 28 Pemain TC Timnas Indonesia U-20
"Ya, kalau Alberto kita semuanya tahu ya dengan situasi yang didapatkan oleh Alberto ya dan saya saya sangat menyayangkan hal itu tetapi saya bukan mewajarkan tetapi Alberto adalah pemain muda dan saya pikir ini menjadi pelajaran yang baik buat dia," ungkap Nova Arianto, Rabu (29/4).
"Dan pastinya ke depan tim nasional akan memanggil sekali lagi pemain-pemain yang secara selain kualitas baik tetapi secara attitude dan semuanya menjadi catatan kami dalam memanggil pemain," tambahnya.
Tunggu Hasil Komdis

Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto. (PSSI)
Saat ini, Alberto masih menunggu keputusan yang akan diambil oleh Komite Disiplin (Komdis).
Nova Arianto mengatakan bahwa dirinya juga baru akan mengambil langkah selanjutnya terkait pemanggilan Alberto ke Timnas Indonesia U-20 setelah adanya keputusan dari Komdis.
"Ya kita masih menunggu dari hasil Komdis juga ya situasinya akan seperti apa," kata Nova.
"Dan setelah kita melihat dari hasil Komdis pastinya kita selalu sangat terbuka dengan siapapun yang sekali lagi siapapun yang pastinya tidak ada masalah dengan attitude dengan masalah lainnya," lanjutnya.
Nova juga berharap Alberto bisa belajar banyak dari kejadian yang kurang mengenakkan kemarin. Terlebih lagi di usianya yang masih muda itu.
Penulis: Gazza Roosaryatama