BolaSkor.com - Ketua Umum (Ketum) Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, menginginkan setiap federasi cabang olahraga (cabor) memiliki sistem pemantauan perlindungan para atletnya yang berlapis.
Sebelumnya, kasus dugaan kekerasan dan pelecehan seksual terjadi kepada atlet panjat tebing nasional. Hal ini memicu speak up para korban lainnya dari dunia olahraga, termasuk atlet kickboxing.
Tentu hal ini menjadi perhatian khusus NOC Indonesia, yang mendorong setiap federasi cabang olahraga (cabor) memiliki sistem perlindungan para atletnya yang berlapis.
Baca Juga:
NOC Indonesia Dorong PSSI Proaktif ke AFC Terkait Upaya Timnas Indonesia Berlaga di Asian Games 2026
"Sangat penting bagi setiap cabang olahraga memiliki sistem monitoring sehingga proses pelatihan yang dianggap sesuai dengan pedoman perilaku bisa dilakukan tanpa kekhawatiran baik dari atlet maupun pelatih," kata Raja Sapta Oktohari di Jakarta, Jumat (13/3).
Okto, sapaan akrabnya, memberikan contoh saat dirinya memimpin Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI). Adanya pemantauan mulai dari pelatih, pelatih kepala, manajer, hingga bidang pembinaan prestasi.
"Perlu ada proteksi baik terhadap atlet maupun pelatih yang jelas sehingga tidak ada keraguan dalam proses pelatihan," katanya.
Jangan Sampai Proses Pembinaan Kendor
Okto menambahkan, jangan sampai dengan adanya kasus ini membuat proses pelatihan atau pembinaan prestasi di semua cabor malah justru kendor.
"Harapan kita prestasi setiap cabor (cabang olahraga) bisa meningkat dari waktu ke waktu dan proses pelatihan juga harus sesuai aturan main yang disepakati di cabang olahraga maupun federasi internasional masing-masing," tutupnya.