Menurut mantan kapten Tim Nasional Prancis itu, timnya tidak bermain seagresif seperti di leg pertama melawan Leverkusen. Penampilan anak asuhnya pun menurut Blanc, jauh di bawah ekspektasinya. "Jika Anda tanya pendapat saya tentang pertandingan tadi, maka saya akan menjawab tidak puas. Kami memulai pertandingan dengan buruk. Kami bermain kurang agresif, tidak seperti leg pertama." tukas Blanc dalam konferensi pers pasca pertandingan, seperti dilansir oleh UEFA.com Sejak menit pertama, tim tamu memang lebih agresif. Leverkusen tampil menyerang dan mengepung barisan pertahanan PSG dan mengajak PSG bermain dalam tempo tinggi. Leverkusen pun menuai hasil dari strategi yang diterapkan oleh manajer Sami Hyypia setelah Sydney Sam mencetak gol cepat di menit keenam melalui sundulan setelah menerima umpan silang dari Gonzalo Castro. Mengenai gol Sydney Sam itu, Blanc justru berpendapat bahwa gol itulah yang membuat PSG bangkit dan bermain lebih baik lagi. Blanc juga menambahkan, kesalahan utama PSG dalam pertandingan ini adalah terlalu banyak memberikan ruang bagi pemain Leverkusen. "Kami memberikan ruang terlalu banyak bagi mereka. Mereka mencetak gol terlebih dahulu dan itu membuat kami bangkit dan mampu menyamakan kedudukan. Dan penampilan Salvatore [Sirigu] sangat membantu kami." tambah Blanc. Dengan kemenangan 2-1 di leg kedua ini, PSG melaju ke perempat final dengan agregat 6-1 berkat kemenangan 4-0 di leg pertama, yang berlangsung di kandang Leverkusen, stadion Bay-Arena, pertengahan bulan Februari silam.
Meski Menang, Laurent Blanc Tidak Puas Dengan Penampilan PSGPasca Leg Kedua 16 Besar Liga Champions
BolaSkor - Rabu, 12 Maret 2014
- #16 Besar Liga Champions
- #Tidak Puas
- #PSG
- #Leverkusen
- #Psg 2-1 Bayer Leverkusen
- #Laurent Blanc
- #Sami Hyypia
Bagikan
BERITA TERKAIT
Sabtu, 06 Juni 2026
Intip Peluang, Arsenal Dekati Bek Muda PSG
Rabu, 03 Juni 2026
5 Klub yang Paling Banyak Sumbang Pemain ke Piala Dunia 2026: Manchester City Nomor Satu
Senin, 01 Juni 2026
Khvicha Kvaratskhelia Pemain Terbaik Liga Champions 2025-2026
Minggu, 31 Mei 2026
Melihat Statistik Final Liga Champions, PSG Lebih Layak Menang ketimbang Arsenal
Minggu, 31 Mei 2026
Arsenal Sudah Terbiasa Jadi Pecundang di Final Kompetisi Eropa
Minggu, 31 Mei 2026
3 Faktor yang Membuat Arsenal Kalah Lawan PSG di Final Liga Champions
Minggu, 31 Mei 2026
Menghadapi Tim Seperti PSG, Arsenal Tak Punya Cara Lain Selain Bermain Bertahan
Minggu, 31 Mei 2026
Arsenal Perlu Berevolusi setelah Kalah dari PSG di Final Liga Champions
Minggu, 31 Mei 2026
Daftar Lengkap Juara Liga Champions dari 1955 hingga 2026: PSG Tambah Piala
PILIHAN EDITOR
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026
5 Rekor yang Tidak Bisa Dipecahkan di Piala Dunia 2026
Jumat, 12 Juni 2026
5 Legenda Sepak Bola yang Tidak Pernah Tampil di Piala Dunia
Jumat, 12 Juni 2026
Gilberto Mora, Pemain Termuda di Piala Dunia 2026 yang Pecahkan Rekor 96 Tahun
Jumat, 12 Juni 2026