Football

Sport

Feature

Result

Show

Liga Indonesia Indonesia Berita

Mauricio Souza Peringatkan Skuad Persija untuk Tidak Dapat Kartu Merah Konyol Lagi

Rizqi Ariandi - Sabtu, 11 April 2026

BolaSkor.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengingatkan para pemainnya untuk bisa mengakhiri pertandingan dengan 11 pemain.

Persija Jakarta musim ini seringkali bermain dengan 10 orang, lalu menyebabkan kehilangan poin, bahkan membuat gagal menang.

Persija Jakarta menjadi tim dengan koleksi kartu merah terbanyak bersama Arema FC dan Persijap Jepara. Total, 8 kartu merah didapatkan ketiga tim tersebut.

Terbaru, Persija Jakarta harus bermain dengan 10 orang di awal babak kedua ketika menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC, Minggu (5/4). Hasilnya, Macan Kemayoran dibungkam dengan skor 3-2.

Baca Juga:

Pelatih Persija Mauricio Souza Minta Jangan Bullying Cyrus Margono

Lawan Persebaya, Mauricio Souza Ungkap Ada 5 Pemain Persija yang Absen

Persija Tak Menang Sejak Februari 2026, Jakmania Siapkan Aksi Protes di Laga Kontra Persebaya

Pelatih Persija, Mauricio Souza, berharap kesalahan itu tidak lagi terulang ketika menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-27 Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (11/4).

"Kami selalu saling mengingatkan agar kami bisa mengakhiri pertandingan dengan sebelas pemain. Kami tahu betul betapa besarnya kerugian yang harus kami tanggung akibat kartu merah (pemain yang diusir keluar)," kata Mauricio Souza.

"Dalam beberapa pertandingan kami gagal meraih kemenangan, dan di pertandingan lainnya kami hampir saja kehilangan poin karena adanya kartu merah," ujarnya menambahkan.

Minta Pemain Lebih Mengendalikan Kemarahan

Jordi
Jordi Amat mendapatkan kartu merah di laga Bhayangkara FC vs Persija Jakarta. (Media Persija Jakarta)

Mauricio Souza menilai beberapa kartu merah yang didapatkan pemain Persija bukan karena harus melakukan pelanggaran taktis untuk membuat lawan gagal mencetak gol.

Kebanyakan kartu merah itu diberikan karena pemain gagal mengontrol kemarahan. Itu terjadi di laga kontra Bhayangkara FC di mana Jordi Amat mendapatkan dua kartu kuning karena gerakan tambahan di luar pelanggaran.

"Yang lebih parah, kartu merah tersebut bukan disebabkan oleh pelanggaran keras atau pelanggaran taktis, dan biasanya itu terjadi karena kurangnya kontrol diri," ujar Souza.

"Kami harus menyadari betapa hal itu sangat merugikan tim kami. Yang bisa kami lakukan adalah saling berbicara dan meminta agar kami bisa lebih mengendalikan diri dalam pertandingan."

"Tapi tidak banyak yang bisa kami lakukan selain itu. Kami hanya bisa berharap dapat masuk ke lapangan dengan semangat tinggi, berjuang keras untuk menang, namun tanpa melakukan kesalahan-kesalahan yang menyebabkan pemain kami terkena kartu merah," ujarnya menambahkan.

Baca Artikel Asli