Football

Sport

Feature

Result

Show

Italia Berita

Masalah AC Milan Lebih dari Sekadar Sistem dan Eksperimen Gagal Max Allegri

Arief Hadi - Senin, 13 April 2026

BolaSkor.com - Paruh dua musim 2025/2026 menjelang fase krusial di akhir musim, AC Milan justru memiliki masalah.

Sulit dikalahkan sebelumnya, Il Rossoneri tiba-tiba kalah dua kali beruntun melawan Napoli (0-1) dan Udinese (0-3).

Padahal, Milan sepenuhnya fokus di Serie A dan kekalahan terakhir, melawan Udinese, terjadi di San Siro yang notabene markas Milan.

Baca Juga:

Fans AC Milan, Tolong Jangan Siuli Rafael Leao

Derby della Madonnina di Bursa Transfer, AC Milan dan Inter Berebut Bek Tengah Lazio

Kecemasan AC Milan Meningkat karena Persaingan Papan Atas Serie A Kian Panas

Dengan hasil tersebut, Milan kini di urutan tiga dengan 63 poin dari 32 laga dan bertarung mempertahankan zona Liga Champions dari kejaran tim lainnya.

Masalah Milan Lebih dari Sekedar Sistem

AC
AC Milan (Football-Italia)

Massimiliano Allegri bereksperimen kontra Udinese dengan taktik 4-3-3. Itu disinyalir jadi salah satu faktor kekalahan Milan, tetapi faktanya tidak demikian menurut eks pelatih Italia, Fabio Capello.

"Tidak, mari kita kesampingkan formasi. Masalahnya, jika ada, adalah kecepatan. Udinese satu setengah kali lebih cepat," ucap Capello dikutip dari Sempre Milan.

"Mereka memenangkan semua tekel, menyerang dan melakukan serangan balik dengan intensitas yang jauh lebih besar daripada Rossoneri."

"Jadi, Anda bisa memainkan taktik apa pun yang Anda inginkan, tetapi Anda tetap akan kalah," imbuhnya.

Sisi Psikologis

AC
AC Milan 0-3 Udinese (Foto: Football-Italia)

Menurut Capello, masalah Milan terletak pada pola pikir (mindset) atau sisi psikologis khususnya setelah kalah melawan Napoli.

"Mengingat premis bahwa Udinese bermain sangat baik dan merupakan tim yang sulit dihadapi, penurunan performa Milan tidak dapat dibenarkan," imbuh Capello.

"Di musim tanpa piala, dengan tersingkir lebih awal dari Coppa Italia, saya yakin bahwa semuanya berawal dari pikiran, bukan dari kaki."

"Mungkin para pemain Rossoneri menderita akibat tersingkir dari persaingan Scudetto setelah kekalahan di Napoli."

"Atau mungkin mereka telah mencapai posisi di mana kualifikasi ke Liga Champions tampak terjamin," pungkasnya.

Baca Artikel Asli