Meski tidak mencetak satu gol pun dari dua gol kemenangan Belanda di menit-menit akhir, winger Bayern Muenchen itu mempunyai peran penting dalam dua momen dramatis tim Oranye itu yang terjadi di menit ke-88 dan menit ke-92. Arjen Robben lah yang menjadi eksekutor sepak pojok dan memberikan umpan jitu kepada Klaas-Jan Huntelaar yang memberikan assist kepada sang pencetak gol, Wesley Sneijder melalui tandukan kepala dari tiang jauh. Robben pula yang menjadi biang keladi gol kedua Belanda melalui titik penalti yang dieksekusi oleh Klaas-Jan Huntelaar. Aksi Robben di sisi kiri kotak penalti Meksiko memaksa Rafael Marquez menjegal Robben dan menerima kartu kuning dari wasit. Atas dasar inilah, Robben pantas diganjar gelar Man of the Match dalam pertandingan Belanda melwan Meksiko. Tidak hanya dua alasan di atas, berdasarkan statistik dari Opta, Robben pun mendapat rating tertinggi di antara 21 pemain lainnya, yaitu 8,81! Statistik passing Robben di pertandingan ini mencapai kesempurnaan alias 100 % dalam akurasi dari 21 kali passing. Robben pun juga mencatat empat kali key-passes di pertandingan ini, terbanyak di antara para pemain Belanda lainnya. Robben juga tercatat melakukan dribble sukses sebanyak tujuh kali, lagi-lagi terbanyak dari semua pemain Belanda dan Meksiko, mencapai akurasi 100 % dalam tembakan dengan satu kali tembakan, serta menjadi pemain terbanyak yang dilanggar dalam pertandingan ini dengan lima kali dilanggar. Robben sendiri sudah mengoleksi tiga gol dari empat pertandingan bersama Belanda di Brasil 2014. Penampilan paling gemilang Robben sejauh ini di Brasil 2014 terjadi ketika Belanda membantai juara bertahan Spanyol 5-1 dimana Robben mencetak dua gol sensasional ke gawang Iker Casillas.
Man of the Match Belanda vs Meksiko: Arjen Robben
BolaSkor - Minggu, 29 Juni 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Rabu, 24 Juni 2026
4 Tim dengan Pertahanan Terbaik di Fase Grup Piala Dunia 2026
Rabu, 24 Juni 2026
Cerita Piala Dunia 2026: Mengenal Caramelo, Fans Super yang Telah Menonton Meksiko Sejak 1986
Rabu, 24 Juni 2026
Prediksi dan Statisik Meksiko vs Republik Ceko: Duel Beda Kepentingan
Senin, 22 Juni 2026
Manchester United Disarankan Segera Rekrut Bintang Belanda di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Bantai Swedia, Belanda Tak Terkalahkan di Piala Dunia Sejak 2010
Sabtu, 20 Juni 2026
Victor Gyokeres dan Alexander Isak, Duet Penyerang Terbaik di Piala Dunia 2026?
Sabtu, 20 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Belanda vs Swedia: Oranje Tertekan jika Tak Menang
Sabtu, 20 Juni 2026
Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2026, 21 Juni 2026
Jumat, 19 Juni 2026
Meksiko Bangga Cetak Sejarah di Piala Dunia, Harap Indonesia Segera Menyusul
Jumat, 19 Juni 2026
Klasemen Sementara Grup A-B Piala Dunia 2026: Meksiko dan Kanada Memimpin
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026