BolaSkor.com - Lebaran seharusnya menjadi momen syahdu untuk berkumpul dengan keluarga. Namun, kali ini sepertinya tidak berlaku bagi manajemen Madura United.
Mereka harus berburu pelatih anyar. Sejatinya tim berjuluk Laskar Sape Kerrap itu sudah mendapatkan sosok pengganti Carlos Parreira. Dia adalah eks pelatih Arema FC, Joel Cornelli.
Segala administrasi sudah disiapkan. Pekenalan hanya menunggu hitungan hari. Namun pada detik terakhir Cornelli tak bisa menerima pinangan Madura United.
Baca Juga:
Persija Terus Berlatih Intensif, Penyerang Asal Maroko Sudah Kembali
Pelatih Bulgaria Cinta The Jakmania dan Doakan Persija Juara Super League Musim Ini
"Pihak Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengeluarkan surat terkait agenda turnamen tim wanita. Dalam kondisi tersebut, Joel Cornelli tidak mendapatkan izin untuk meninggalkan tim yang saat ini ia tangani," ucap Dirut PT PBMB, Annisa Zhafarina.
"Sebelumnya dia sudah mengajukan cuti untuk membantu Madura United menyelesaikan 9 match terakhirnya, sempat di ijinkan dan pada akhirnya cuti tersebut di tolak oleh FAM," imbuhnya.
Harus Menangani Timnas Putri Malaysia
Saat ini Cornelli menjabat sebagai pelatih timnas putri Malaysia. Dengan adanya jadwal turnamen membuat pelatih asal Brasil itu harus mendampingi anak asuhnya.
Madura United dipaksa memutar otak untuk mencari pelatih yang pas. Namun banyak kendala yang harus dihadapi oleh tim kebanggan Pulau Garam tersebut.
Opsi untuk merekrut pelatih asal Eropa maupun Amerika Latin pun nampak sulit.
"Khususnya dalam hal akomodasi penerbangan yang terdampak situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah," jelas Annisa.
Manajemen Madura United mencoba mencari sosok pelatih asal Asia. Sayangnya menurut meteka tidak ada yang cocok dengan kebutuhan tim saat ini.
"Kami memahami situasi ini bukan hal yang mudah, baik bagi tim maupun para suporter," tutur wanita berusia 30 tahun tersebut.
Sementara itu, Madura United dalam situasi terpuruk. Rentetan hasil buruk membuat mereka merosot ke zona merah. Jika tak kunjung bangkit, bayangan degradasi semakin menghantui. (Laporan Kontributor Arjuna Pratama)