BolaSkor.com - Asisten manajer Malut United, Asghar Saleh, dijatuhi sanksi larangan beraktivitas di sepak bola selama 3 bulan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
Sanksi tersebut diberikan lantaran Asghar Saleh dianggap menghina perangkat pertandingan yang bertugas pada pertandingan Persib Bandung vs Malut United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (6/2).
Baca Juga:
Wasit dan VAR Dipertanyakan, Malut United Merasa Dirugikan saat Lawan Persib
Bojan Hodak Nilai Seharusnya Persib Bisa Cetak Lebihdari Dua Gol Lawan Malut United
Pertandingan itu dipimpin wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, bersama I Gede Selamet Raharja (Asisten Wasit 1), Dadang Nofiadi Setyawan (Asisten Wasit 2), Kemal Pasha (Wasit VAR), dan Dedi Saputra (Asisten Wasit VAR).
"Betul. Berdasarkan keputusan sidang Komite Disiplin 12 Februari 2026 yang kemudian terlampir dalam Salinan Keputusan Komite Disiplin PSSI bernomor 156/L1/SK/KD-PSSI/II/2026, yang bersangkutan dikenakan sanksi larangan beraktivitas dalam kegiatan sepak bola di Indonesia selama 3 (tiga) bulan sejak keputusan diterbitkan," kata Agya Pradipta, Media Officer Malut United, Minggu (15/2).
Unggahan Asghar Saleh yang Membuatnya Disanksi
Dalam unggahan di akun facebook pribadinya, Asghar Saleh, heran mendapatkan sanksi berat dari Komdis.
Asghar menjelaskan bahwa dalam unggahannya dia tidak pernah menyebut atau menuduh nama tertentu sebagai mafia.
Dalam postingannya itu, Asghar mempertanyakan kepemimpinan wasit Yudai Yamamoto. Ia menuliskan berbagai kejadian di laga Persib yang menurut keyakinan Asghar aneh.
"Untuk mengalahkan Malut United - para mafia bahkan harus menggunakan jasa wasit FIFA yang kualitasnya kalah jauh dibanding wasit tarkam di kampung saya," kata Asghar pada 6 Februari.
"Penalti lucu, lebih lucu melihat tayangan ulang Indosiar yang men-close up wajah Roby Darwis yang tertawa karena tak menyangka akan diberikan penalti, lihat kontrol Tyronne dibilang handball dan si Jepang menolak melihat VAR padahal ada potensi penalti untuk Laskar Kie Raha, di moment pelanggaran si Jepang berulang kali men-delay pertandingan ha ha ha. Benar benar dagelan di GBLA. Terima kasih semua yang sudah berjuang hari ini. Akan terus kita ingat bahwa hari ini kita dikalahkan wasit dkk." tambahnya.
Asghar Saleh Pertanyakan Sanksi dari Komdis, Seret Nama Andre Rosiade

Pembina Semen Padang, Andre Rosiade saat ditemui di Osaka, Jepang, Selasa (11/6). (BolaSkor.com/Putra Wijaya)
Berang dengan sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI, Asghar turut menyeret nama Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade.
Andre Rosiade selama ini dikenal vokal dalam mengkritik PSSI, wasit, sampai I League.
Bahkan, ketika menjawab komentar warganet di kolom komentar Instagram pribadinya soal mafia, Andre Rosiade beberapa kali menyeret nama Joko Driyono (mantan Dirut PT Liga) dan Ferry Paulus (Dirut I League).
"Saya menyebut mafia dalam postingan FB saya dan langsung dipanggil dalam sidang Komdis. Lalu dijatuhi hukuman larangan beraktivitas dalam sepakbola selama 3 bulan," kata Asghar.
"Tak ada nama yang saya sebut secara terang benderang karena saya tahu mafia di sepak bola Indonesia itu seperti (maaf) kentut. Berbau busuk tapi tidak bisa dipegang."
"Beranikah Komdis memanggil pak Andre? Beliau menyebut adanya mafia dan nama secara langsung. Saya yakin (komdis) gak akan berani. Pak Andre orang besar dan punya kuasa. Postingan pak Andre ini langsung direspons Erick Thohir (Ketua Umum PSSI-Red) mungkin karena takut," ucap Asghar.