Liga Indonesia Indonesia Berita

Komdis PSSI Minta Pelaku Tendangan Kung fu di Liga 4 Dihukum Berat oleh Asprov Jatim

Rizqi Ariandi - Selasa, 06 Januari 2026

BolaSkor.com - Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Umar Husin, buka suara soal insiden yang terjadi pada pertandingan babak 32 besar Liga 4 PSSI Jatim yang mempertemukan PS Putra Jaya Pasuruan dengan Perseta 1970 di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin (5/1).

Dalam pertandingan itu pemain Putra Jaya Pasuruan, M Hilmi, terlihat dengan sengaja menendang pemain Perseta 1970, Firman Nugraha, dengan sengaja.

Tendangan yang mengarah ke dada itu membuat Firman kolaps dan harus mendapatkan tindakan medis.

Umar Husin menjelaskan bahwa Komdis PSSI tidak punya wewenang mengambil tindakan karena pelaksanaan Liga 4 berada di bawah kendali setiap asprov.

Baca Juga:

Era Baru, PSSI Resmi Tunjuk John Herdman sebagai Suksesor Patrick Kluivert

John Herdman Tiba di Indonesia 11 Januari, Sehari Kemudian Diperkenalkan Resmi oleh PSSI

Sebut Timnas Indonesia Mirip Kanada, Ini Pernyataan Pertama John Herdman Usai Diumumkan PSSI

Umar mengimbau kepada komdis atau panitia disiplin setempat, dalam hal ini Komdis Asprov PSSI Jawa Timur untuk mengambil tindakan tegas.

Umar meminta mereka tidak ragu memberikan hukuman berat terhadap pelaku pelanggaran tersebut.

"Kami mengimbau kepada teman-teman yang menjadi Panitia Disiplin atau berperan sebagai Komite Disiplin di semua tingkatan liga untuk tidak ragu-ragu menghukum pihak-pihak yang melakukan pelanggaran-pelanggaran yang keras, brutal, sehingga tidak mengganggu jalannya kompetisi," kata Umar Husin dalam keterangannya kepada media, Selasa (6/1).

"Itu imbauan kami selaku Ketua Komdis kepada semua pihak yang bertugas sebagai Panitia Disiplin maupun sebagai Komite Disiplin di semua tingkatan liga agar memperhatikan Kode Disiplin dan rule of the game," ujarnya menambahkan.

Keselamatan Atlet Diatur UU Sistem Keolahragaan Nasional

Menurut Umar, keselamatan seorang atlet telah diatur secara jelas dalam UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

Di UU tersebut, kata Umar, ada pasal-pasal yang mengatur keselamatan atlet, di mana turunannya khusus sepak bola ada di kode disiplin PSSI.

"Jadi itu penegasannya, agar Komdis di tingkat daerah ataupun Pandis (Panitia Disiplin) itu bisa bertindak tegas tanpa ragu-ragu gitu. Demi melindungi olahraga, khususnya sepak bola dan atlet," tuturnya.

Komdis PSSI Minta Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Melihat jenis pelanggaran yang dilakukan oleh M Hilmi terhadap Firman Nugraha, Umar Husin menyarankan agar M Hilmi dijatuhi sanksi paling berat.

Sanksi paling berat itu adalah larangan beraktivitas di sepak bola seumur hidup.

"Terkait kejadian tersebut kami rasa harus dihukum seberat-beratnya, seperti larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup," ujar Umar Husin.

M Hilmi Dipecat PS Putra Jaya Pasuruan

PS Putra Jaya Pasuruan selaku klub M Hilmi langsung mengambil langkah tegas.

Klub resmi memecat M Hilmi. Surat pemecatan diunggah melalui media sosial klub.

Dalam unggahan di akun Instagram @ps.putrajaya, surat keterangan bernomor PSPJ/02/05-01-2026, Ketua Harian PS Putra Jaya Sumurwaru, Gaung Andaka Ranggi P menyatakan memberhentikan pemain atas nama Muhammad Hilmi Gimnastiar.

Bagikan

Baca Original Artikel