Tertinggal satu gol di babak pertama, pelatih Italia Cesare Prandelli memasukan penyerang Antonio Cassano menggantikan Thiago Motta di awal babak kedua. hal ini berguna untuk menambah daya dobrak Gli Azzurri yang harus mengejar ketinggalan. Memasuki babak kedua, Matteo Darmian menciptakan peluang lebih dulu bagi Italia tepatnya di menit 50. Penetrasi wing-back asal Torino di sisi kiri, diakhiri dengan sebuah tembakan keras dari luar kotak penalti. Sayang tembakan Darmian masih melambug di atas gawang Keylor Navas. Tensi pertandingan menigkat di babak kedua, Italia yang bermain agak lambat di babak pertama meningkatan tempo permainannya. Menit 53, giliran sepakan Andrea Pirlo yang masih mampu diamankan Keylor Navas. Prandelli kembali memasukan pemain bernaluri menyerang lainnya di menit 57. Kali ini penyerang muda Lorenzo Insigne masuk menggantikan Antonio Candreva. Kosta Rika kemudian balas menekan semenit berselang, lewat serangan balik cepat penetrasi Celso Borges diakhiri dengan sebuah tembakan jarak jauh. Namun bola masih bisa diantisipasi Gianluigi Buffon. Buffon juga harus keluar sarangnya untuk memotong bola terobosan dari Christian Bolanos di menit 58. Tak kunjung bisa mencetak gol penyeimbang, Prandelli kembali memasukan pemain bernaluri menyerang. Alessio Cerci dimasukan untuk menggantikan peran Claudio Marchisio di menit 69. Memasuki menit 80, Italia yang sudah memasukan tiga pemain dengan karakter menyerang, belum juga bisa memecah kebuntuan. Kota Rika yang memiliki pertahanan solid begitu merepotkan para pemain Italia untuk bisa menembus ke sentral pertahanan. Menit 81, Italia sebenarnya memiliki kesempatan untuk bisa menyamakan kedudukan. Umpan silang Alessio Cerci mampu diterima Lorenzo Insigne, sayang penyerang Napoli tersebut kurang tenang dalam penyelesaian akhir. Sepakan Insigne malah melambung tinggi di atas gawang Keylor Navas. Hingga pertandingan usai, Italia tetap tak mampu membobol gawang Kosta Rika dan harus menyerah dengan skor tipis 1-0. Hasil ini memastikan Kosta Rika meraih sati tiket ke babak 16 besar menyusul Belanda dan Kolombia. Kosta Rika juga berasil memuncaki klasemen Grup D dengan raihan 6 poin. Sementara bagi Italia, kekalahan ini memaksa pasukan Cesare Prandelli untuk menunda mimpinya lolos ke babak 16 besar. Italia kini berada di posisi ketiga klasemen Grup D dengan raihan 3 poin kalah selisih gol dari Uruguay di posisi kedua. Italia harus melakoni laga hidup mati kontra Uruguay [ada tanggal 24 Juni 2014 mendatang, untuk meraih satu tiket 16 besar tersisa di Grup D. Susunan Pemain: Italia (4-1-4-1): 1. Gianluigi Buffon (Gk) (C); 4. Matteo Darmian, 15. Andrea Barzagli, 3. Giorgio Chiellini, 7. Ignazio Abate; 16. Daniele De Rossi; 6. Antonio Candreva (Lorenzo Insigne'56), 5. Thiago Motta (Antonio Cassano'45), 21. Andrea Pirlo, 8. Claudio Marchisio (Alessio Cerci'69); 9. Mario Balotelli. Pelatih: Cesare Prandelli (Italia) Kosta Rika (5-4-1): 1. Keylor Navas (Gk); 16. Cristian Gamboa, 6. Oscar Duarte, 3. Giancarlo Gonzales, 4. Michael Umana, 15. Junior Diaz; 10. Bryan Ruiz (C) (Randall Brenes'80), 17. Yeltsin Tejeda (Jose Cubero'67), 5. Celso Borges, 7. Christian Bolanos; 9. Joel Campbell (Marcos Urena'74). Pelatih: Jorge Luis Pinto (Kolombia)
Kejutan Berlanjut, Tumbangkan Italia Kosta Rika ke 16 BesarGrup D
BolaSkor - Jumat, 20 Juni 2014
- #Alessio Cerci
- #Lorenzo Insigne
- #Antonio Candreva
- #Recife
- #Matteo Darmian
- #Celso Borges
- #Antonio Cassano
- #Gianluigi Buffon
- #Grup D
- #Cesare Prandelli
- #Christian Bolanos
- #Thiago Motta
- #Arena Pernambuco
- #Keylor Navas
Bagikan
BERITA TERKAIT
Selasa, 26 Mei 2026
5 Calon Pelatih Baru AC Milan: Andoni Iraola dan Unai Emery Masuk Daftar
Jumat, 03 April 2026
Legenda Juventus Mundur Susul Gabriele Gravina, Berikutnya Gennaro Gattuso?
Jumat, 20 Februari 2026
Cassano Blak-blakan, Sebut Taktik Allegri Bukan Alasan Meraih Scudetto di AC Milan
Selasa, 28 Oktober 2025
Pecat Igor Tudor, Juventus Harus Gaji Tiga Pelatih hingga 2027
Selasa, 28 Oktober 2025
Calon Pelatih Baru Juventus, Gianluigi Buffon Dukung Luciano Spalletti
Senin, 27 Oktober 2025
Mengenal Massimo Brambilla, Pelatih Interim Juventus Pengganti Igor Tudor
Kamis, 09 Oktober 2025
Pengalaman Pahit di Masa Lalu Menguatkan Timnas Italia Menatap ke Depan
Selasa, 16 September 2025
3 Pelatih Pengangguran yang Cocok Menggantikan Ruben Amorim di Manchester United
Rabu, 10 September 2025
7 Pemain Tanpa Klub Terbaik yang Dapat Direkrut Gratis Saat Ini
Minggu, 07 September 2025
Ada Udang di Balik Batu, Juventus Berharap Thiago Motta Jadi Pelatih Bayer Leverkusen
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026