Partai final Piala Dunia 2014 mempertemukan perwakilan Benua Eropa melawan Amerika Selatan. Jerman bersua Argentina pada pada partai pamungkas yang berlangsung di Estadio Do Maracana, Rio de Janiero, Minggu (14/7) dini hari WIB. Jerman melangkah ke babak final berbekal kemenangan fantastis 7-1 melawan Brasil di babak semifinal. Sementara, Argentina harus bersusah payah melewati hadangan Belanda, sebelum akhirnya menang adu penalti dengan skor 4-2. Argentina sukses dua kali mengalahkan Jerman di tiga pertemuan terakhir sejak 2010. Namun, bukan di partai kompetitif. Satu-satunya pertemuan kedua tim di laga kompetitif terjadi pada perempatfinal Piala Dunia 2010, dimana Jerman menang empat gol tanpa balas. "Kami di sini untuk memenangi Piala Dunia," sahut Lahm yang dilansir situs resmi FIFA. "Kami semua menyaksikan pertandingan (Argentina-Belanda) semifinal di televisi dan tidak masalah bagi kami siapa lawan kami di final." "Pengalaman yang kami punya di seluruh tim ini jelas merupakan sebuah keuntungan bagi kami. Banyak dari para pemain kami memiliki pengalaman di laga-laga final penting dengan klub masing-masing dan tidak masalah apakah mereka menang atau kalah," ia menambahkan. Ada satu momen unik di Piala Dunia, yakni siklus 24 tahun. Tim yang pernah menjadi juara biasanya akan kembali meraihnya 24 tahun ke depan. Berkaca dari hal ini, Piala Dunia 2014 seharusnya menjadi milik Jerman. "Saya rasa pengalaman mendalam dari setiap pemain di tim kami jelas sangat penting untuk turnamen seperti ini," imbuh pemain yang juga kapten Bayern Muenchen itu.
Kaya Pengalaman, Lahm Pede Jerman Raih Juara Jelang Final Piala Dunia 2014
BolaSkor - Sabtu, 12 Juli 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Sabtu, 04 Juli 2026
Cara Menonton Argentina vs Cape Verde Secara Gratis, Live Sebentar Lagi Pukul 05.00 WIB
Jumat, 03 Juli 2026
Julian Nagelsmann Resmi Tinggalkan Kursi Kepelatihan Timnas Jerman, DFB Dekati Jurgen Klopp
Jumat, 03 Juli 2026
Messi Cetak 6 dari 8 Gol Argentina, Scaloni: Kami Tidak Bergantung Padanya
Jumat, 03 Juli 2026
Tantang Argentina, Cape Verde Ogah Hanya Fokus kepada Lionel Messi
Jumat, 03 Juli 2026
Siap Bermimpi Lebih Besar, Cape Verde: Insya Allah Bisa Singkirkan Argentina
Jumat, 03 Juli 2026
Prediksi dan Statistik Argentina vs Cape Verde: Tim Debutan Berusaha Jegal Juara Bertahan
Jumat, 03 Juli 2026
Jadwal dan Live Streaming 32 Besar Piala Dunia 2026 Argentina vs Cape Verde, Ujian Blue Sharks di Miami Stadium
Jumat, 03 Juli 2026
Simulator dengan Akurasi Tinggi Prediksi Skor Argentina vs Cape Verde
PILIHAN EDITOR
Jumat, 03 Juli 2026
7 Bintang di Piala Dunia 2026 yang Berpotensi Gabung Klub Premier League
Selasa, 30 Juni 2026
Keterpurukan Timnas Jerman: Tidak Lagi Ditakuti Lawan, Bukan Tim Diesel, dan Terlalu Fokus dengan Sepak Bola Indah
Senin, 29 Juni 2026
Cerita Perjalanan Pelatih Baru Manchester City, Enzo Maresca sebagai Pemain dan Pelatih
Senin, 29 Juni 2026
Cuma Loloskan Dua Tim ke Babak Gugur, Piala Dunia 2026 Jadi Cerminan Sepak Bola Asia
Minggu, 28 Juni 2026
Mengenal Enrique Macaya Marquez, Jurnalis Legendaris Berusia 91 Tahun yang Sudah Meliput Piala Dunia Sejak 1958
Kamis, 25 Juni 2026
Kisah Perjuangan Ali Al-Hamadi, Striker Irak yang Ditempa di Jalanan Liverpool
Kamis, 25 Juni 2026
Absolute Cinema, Momen Spesial Guillermo Ochoa di Panggung Piala Dunia
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026