BolaSkor.com - Tim Indonesia akan kembali berjuang di ajang beregu pria paling bergengsi di dunia, Thomas Cup 2026 pada 24 April hingga 3 Mei 2026 di Horsens, Denmark.
Pebulutangkis spesialis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie masuk dalam skuad Tim Indonesia dan siap untuk tampil mati-matian dalam gelaran tersebut agar bisa bawa pulang gelar juara.
Atlet yang akrab disapa Jojo itu mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan untuk membela Merah Putih meskipun dirinya saat ini sudah bukan lagi menjadi atlet Pelatnas PBSI.
Baca Juga:
Daftar Wakil Indonesia di Thomas dan Uber Cup 2026, PBSI Gabungkan Pemain Senior dan Junior
Bintang badminton Indonesia Jonatan Christie Kini Memiliki ‘Amunisi’ Baru
"Pertama bersyukur. Kemarin Koh Didi dan Pak Binpres datang untuk menannyakan kesediaan. Saya selalu menyampaikan bahwa jika Indonesia membutuhkan, pasti akan turun," ucap Jojo.
"Ini kebanggan bisa kembali memeprkuat tim Indonesia di Thomas Cup," lanjutnya.
Incar Gelar Juara Thomas Cup 2026

Jonatan Christie. (PBSI)
Dalam keikutsertaannya yang keenam, Jojo berharap dirinya bisa membantu Tim Indonesia membawa pulang trofi Thomas Cup tahun ini, terlebih lagi setelah pada edisi sebelumnya gagal di partai puncak usai kalah 1-3 dari China.
Indonesia dua kali berturut-turut hanya mampu finis sebagai runner-up setelah sebelunnya juga tumbang di tangan India pada 2022 lalu. Terakhir kali Merah Putih menjadi juara dalam ajang presitisius itu ialah pada 2020 dengan mengalahkan China 3-0 di partai pamungkas.
"Peta kekuatan sekarang sudah sangat merata, siapa pun bisa menang. Tapi kami berharap dengan kombinasi pemain senior dan junior ini bisa menampilkan yang terbaik dan membawa pulang Piala Thomas ke Indonesia," tegas Jojo.
Skuad tahun ini berisikan pemain-pemain berpengalaman, seperti Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Fajar Alfian, yang dikombinasikan dengan para pemain muda, seperti Alwi Farhan, Raymond Indra, dan Nikolaus Joaquin.
Tim Indonesia tergabung di Grup D Thomas Cup 2026 dan akan menghadapi Prancis, Thailand, dan Aljazair pada fase grup.
Penulis: Gazza Roosaryatama