. "Kalau seri saja sudah pasti akan dipecat, apalagi kalah. Liestiadi yang akan menjadi pelatih kepala," kata sumber itu. Manajemen Persiba memang gerah, dengan hasil yang ditorehkan Beruang Madu dalam lima laga terakhir yang hanya meraih tiga poin, tiga kali seri dan dua kali kalah. "Karena Jaya belum memberikan kemenangan, itu yang membuat kecewa, ada kekhawatiran," terangnya. Pasalnya, Posisi itu membuat Persiba terperosok di zona degradasi, karena menempati peringkat ke 10 klasemen sementara Indonesia Super league (ISL). "Untungnya saja dapat tiga poin, seperti apapun gol nya yang penting menang, itu yang menyelamatkan posisi Jaya Hartono," imbuhnya. Sementara Jaya Hartono pun terlihat tersenyum usah anak asuhnya mampu mengalahkan Juku Eja di stadion Parikesit, Sabtu (16/3). "Ini kerja keras pemain , akhirnya kita memang dan terima kasih buat semua suporter yang selalu setia memberikan dukungan kepada Persiba," ujar Jaya Hartono. Menurutnya, kunci kemenangan Persiba, karena dia berani melakukan perubahan skema dar biasanya i 4-3-1-2 menjadi 3-5-2. "Memang banyak perubahan yang dilakukan, kita memakai tiga stopper, kemudian menumpuk banyak pemain ditengah, kita cukyp bagus lebih agresif," tuturnya. Disamping itu, dia juga kembali mempercayakan Fernando Soler tampil dari menit awal. Padahal di laga sebelumnya pemain asal Argetina itu memulai dari bangku cadangan. "Kita beri tanggungjawab, dia menjawab tanggungjawab yang kita berikan. Saya juga memberi dia kepercayaan sebagai kapten tim, " urainya. "Dia cukup bagus, tapi sebenarnya kita punya banyak peluang, tapi hanya satu gol, kita akan terus lakukan perbaikkan," tukasnya. Oleh: Johan Rumengan (koresponden BolaSkor.com Balikpapan)
Jaya Hartono Nyaris Dipecat
BolaSkor - Senin, 17 Maret 2014
- #Juku Eja
- #Stadion Parikesit
- #Beruang Madu
- #Isl
- #Indonesia Super League
- #Jaya Hartono Nyaris Dipecat
- #Rudy Keltjes
- #Persiba Balikpapan
- #Psm Makassar
- #Jaya Hartono
Bagikan
BERITA TERKAIT
Rabu, 24 Juni 2026
Revolusi Medis Sepak Bola: Persebaya dan Mayapada Hospital Surabaya Ciptakan Ekosistem Sports Medicine Pertama di Indonesia
Kamis, 11 Juni 2026
Super League: PSM Reuni dengan Darije Kalezic, Borneo FC dan Madura United Gaet Pelatih Baru
Senin, 08 Juni 2026
Persija Rekrut STY dan Peralta, Persib Tak Gentar
Minggu, 31 Mei 2026
Jalani Empat Kompetisi, Skuad Persib Musim 2026/2027 Diperbesar
Sabtu, 23 Mei 2026
Hasil Super League 2025/2026: Madura United Menang, Persis Degradasi
Sabtu, 23 Mei 2026
Tak Ada Pilihan Lagi Selain Menang bagi Madura United untuk Lolos Degradasi
Sabtu, 23 Mei 2026
Link Streaming Pertandingan Penentuan Degradasi di Super League 2025/2026, Sabtu 23 Mei 2026 Pukul 16.00 WIB
Jumat, 22 Mei 2026
Marc Klok Jadi Pemain Persib Paling Sedih Menjelang Penentuan Juara
Senin, 18 Mei 2026
Belum Juara, Persib Diingatkan untuk Fokus Lawan Persijap
Minggu, 17 Mei 2026
Klasemen Sementara Super League 2025/2026 Usai Persib Menang dari PSM
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026