BolaSkor.com - Indonesia mencatat lonjakan signifikan dalam Peringkat Pertengahan Musim Kompetisi Klub Putra Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) 2025/26.
Berdasarkan rilis terbaru, Indonesia naik tujuh peringkat dari posisi ke-25 ke posisi ke-18. Ini menjadi salah satu peningkatan terbesar di antara seluruh Asosiasi Anggota (MA) AFC musim ini.
Lonjakan tersebut tak lepas dari kontribusi impresif wakil Tanah Air di kompetisi Asia, yakni Persib Bandung dan Dewa United Banten FC.
Baca Juga:
Hasil 16 Besar AFC Champions League Two 2025/2026: Persib Tersingkir Meski Menang atas Ratchaburi FC
Bojan Hodak Merasa Persib Dirugikan Wasit, Layangkan Surat Protes ke AFC
Persib Bandung tampil impresif di babak penyisihan dengan finis sebagai pemuncak klasemen Grup G AFC Champions League Two (ACL Two) 2025/26.
Sayangnya, langkah Maung Bandung harus terhenti di babak 16 besar setelah disingkirkan wakil Thailand, Ratchaburi.
Dewa United Banten FC Masih Berjuang di AFC Challenge League

Aksi Egy Maulana Vikri melawan PSM Makassar. (Instagram Dewa United Banten FC)
Sementara itu, Dewa United Banten FC juga menunjukkan performa solid di AFC Challenge League (ACGL) 2025/2026.
Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan lolos ke babak perempat final setelah memuncaki klasemen Grup E dengan 7 poin dari tiga laga.
Di babak perempat final, Dewa United Banten FC bertemu wakil dari Filipina, Manila Digger. Laga itu akan dimainkan pada 5 dan 12 Maret mendatang.
Arab Saudi Belum Tergoyahkan

Cristiano Ronaldo (X Cristiano Ronaldo)
Prestasi kedua klub tersebut menjadi faktor krusial dalam mendongkrak koefisien poin Indonesia di level Asia. Kenaikan tujuh peringkat ini menjadi sinyal bahwa daya saing klub Indonesia di kompetisi Asia mulai diperhitungkan.
Secara keseluruhan, Arab Saudi masih memimpin ranking dengan 122.195 poin. Jepang, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab melengkapi empat besar, sementara Iran naik ke posisi kelima menggeser Qatar.
Adapun, total sebanyak 24 asosiasi mengalami perubahan posisi pada pembaruan kali ini, dengan rincian 12 naik dan 12 turun.
Indonesia menjadi satu di antara yang paling mencuri perhatian berkat lonjakan tajamnya.
Jika konsistensi ini terjaga hingga akhir musim, bukan tidak mungkin Indonesia akan terus merangkak naik dan membuka peluang slot kompetisi Asia yang lebih baik di musim-musim berikutnya.