Mantan pelatih Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund itu menilai, tim asuhan Juergen Klopp itu lebih berbahaya ketimbang musim lalu karena satu faktor pembeda, yaitu tekanan dan sorotan. Dortmund tidak mendapat sorotan dan tekanan sebanyak Bayern menurut Hitzfeld. “Jika Dortmund memiliki start bagus di awal musim, maka hal itu bisa memberikan tekanan lebih kepada Bayern. Para pemain Bayern pun akan lebih tegang dan terbebani. Untuk itu, Dortmund harus mencetak gol sebanyak banyaknya di pertandingan pembuka. “ ujar Hitzfeld kepada Kicker. “Bagi Pep Guardiola, ini adalah tugas yang maha sulit. Pep harus meracik Bayern menjadi tim terkuat dengan tuntutan meraih semua gelar yang diikuti Bayern setiap musimnya. Ini terjadi karena reputasi Pep sebagai manajer dan Bayern Muenchen sebagai klub.” tuntas Hitzfeld. Bagi Bayern dan Dortmund, Hitzfeld adalah sosok yang legendaris. Hitzfeld sukses memberikan satu gelar Liga Champions (1997), dua gelar Bundesliga (1995,1996) dan dua gelar Piala Super Jerman (1995,1996) kepada Borussia Dortmund semasa menangani Dortmund dari tahun 1991-1997 silam. Untuk Bayern Muenchen, Hitzfeld sukses mempersembahkan lima gelar Bundesliga (1999, 2000, 2001,2003, 2008), satu gelar Liga Champions (2001), tiga gelar DFB-Pokal (2000, 2003,2008) dan satu gelar Piala Interkontinental (sebelum diganti menjadi Piala Dunia Antar Klub FIFA) pada tahun 2001 silam.
Hitzfeld: Dortmund Bisa Persulit Bayern Karena Satu Faktor
BolaSkor - Kamis, 21 Agustus 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Senin, 20 April 2026
Klasemen Bundesliga Terbaru: Bayern Munchen Juara, Perbedaan Poin Jadi Bukti Ketimpangan Kualitas
Minggu, 12 April 2026
Sejarah Tercipta, Marie-Louise Eta Jadi Pelatih Putri Pertama yang Menangani Klub Putra di Bundesliga
Kamis, 09 April 2026
Dilepas Manchester United, Jadon Sancho Diminati Mantan Klub
Selasa, 07 April 2026
5 Gol Hat-trick Terbaik di Fase Gugur Liga Champions
Jumat, 03 April 2026
Lisandro Martinez Sering Cedera, Manchester United Bidik Bek Timnas Jerman Berkaki Kidal
Selasa, 10 Maret 2026
Arsenal Pantau Bintang Dortmund yang Akan Berstatus Tanpa Klub pada Musim Panas 2026
Kamis, 29 Januari 2026
Lolos Sempurna, Siapa yang Bisa Jadi Lawan Arsenal di 16 Besar Liga Champions?
Rabu, 28 Januari 2026
Superkomputer Prediksi Hasil Borussia Dortmund vs Inter Milan: Nerazzurri Unggul Tipis
Rabu, 28 Januari 2026
Tak Mau Banyak Berspekulasi, Inter Milan Bidik Kemenangan di Markas Dortmund
Selasa, 27 Januari 2026
Bayern Munchen Bahas Perpanjangan Kontrak Harry Kane
PILIHAN EDITOR
Selasa, 30 Juni 2026
Keterpurukan Timnas Jerman: Tidak Lagi Ditakuti Lawan, Bukan Tim Diesel, dan Terlalu Fokus dengan Sepak Bola Indah
Senin, 29 Juni 2026
Cerita Perjalanan Pelatih Baru Manchester City, Enzo Maresca sebagai Pemain dan Pelatih
Senin, 29 Juni 2026
Cuma Loloskan Dua Tim ke Babak Gugur, Piala Dunia 2026 Jadi Cerminan Sepak Bola Asia
Minggu, 28 Juni 2026
Mengenal Enrique Macaya Marquez, Jurnalis Legendaris Berusia 91 Tahun yang Sudah Meliput Piala Dunia Sejak 1958
Kamis, 25 Juni 2026
Kisah Perjuangan Ali Al-Hamadi, Striker Irak yang Ditempa di Jalanan Liverpool
Kamis, 25 Juni 2026
Absolute Cinema, Momen Spesial Guillermo Ochoa di Panggung Piala Dunia
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026