BolaSkor.com - Juventus belum kembali ke laju kemenangan setelah melalui dua laga beruntun di seluruh kompetisi.
Pasca kalah 0-3 dari Atalanta dan tersingkir di Coppa Italia, Il Bianconeri imbang 2-2 melawan Lazio pada pekan 24 Serie A di Allianz Stadium, Senin (09/02) dini hari WIB.
Juventus bahkan harus mengejar ketertinggalan setelah tertinggal 0-2 dari gol Pedro (45+2') dan Gustav Isaksen (47'), sebelum membalasnya dari gol Weston McKennie (59') dan Pierre Kalulu (90+6').
Baca Juga:
Hasil Serie A: Juventus Imbang, Inter Milan Pesta Gol
Superkomputer Prediksi Hasil Juventus vs Lazio: Peluang Menang Bianconeri Lebih dari 60 Persen
Juventus mendominasi penguasaan bola 62 persen dengan total melepaskan 32 tendangan (delapan tepat sasaran), namun tak kuasa mencetak gol penentu kemenangan.
Terlalu Banyak Melakukan Kesalahan

Juventus vs Lazio (football-italia)
Juventus merupakan salah satu tim di Serie A saat ini dengan statistik kesalahan atau blunder terbanyak yang berujung gol.
Luciano Spalletti menyadarinya dan memiliki andil, sebab menurut Spalletti, Juventus juga kerap melakukan kesalahan karena permintaan darinya.
Dalam sistem bermainnya, Spalletti ingin Juventus tetap membangun serangan atau memainkan bola pasca merebut bola dari lawan, tidak terburu-buru mengopernya ke lini depan.
"Mungkin ini kesalahan dari tuntutan yang kami berikan kepada para pemain ini," kata Spalletti kepada DAZN Italia.
"Pada periode ini, saya meminta mereka untuk segera memainkan setiap bola yang mereka rebut kembali, bukan untuk menendangnya begitu saja."
"Jadi kami harus mencoba bermain di bawah tekanan, dan menambahkan lebih banyak kualitas pada sepak bola kami."
"Ketika Anda membuat begitu banyak permintaan, itu berarti mengantisipasi situasi berbahaya, melihat potensi positif dan negatif dari setiap skenario secara bersamaan."
Harus Belajar Cara Mengatasi Tekanan
Ditambahkan oleh Spalletti, Juventus memiliki karakter bagus karena tim tahu cara mengatasi tekanan setelah sempat tertinggal 0-2 kontra Lazio.
"Kami harus hidup di bawah tekanan, itulah keindahan sepak bola, ketika Anda harus membalikkan hasil 2-0 di awal babak kedua, padahal itu sama sekali bukan rencana kami," tambah Spalletti.
"Saat itulah Anda menguji diri sendiri dan melihat apakah Anda mampu mengatasi ketegangan di level tertinggi, itulah yang harus kami nikmati, melihat apakah kami pantas berada di level ini atau tidak."
"Karakter berarti ketika semuanya berjalan salah dan Anda membutuhkan pikiran jernih untuk membuat pilihan. Itulah yang membuat perbedaan."
"Tim ini membalikkan situasi yang sangat sulit, menampilkan performa yang luar biasa, jadi kami melangkah maju dengan perasaan yakin," pungkasnya.