BolaSkor.com - Persebaya Surabaya akhirnya kembali ke jalur kemenangan. Ini setelah Bruno Moreira dkk. meraih kemeangan 1-0 dari PSM Makassar, pada laga pekan ke-23 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (25/2) malam WIB.
Gol semata wayang Persebaya disumbangkan Gali Freitas pada menit ke-27.
Sukses mengamakan poin sempurna tentu melegakan pelatih Bernardo Tavares. Namun, ada satu hal yang membuat pelatih asal Portugal itu kurang puas, yakni soal finishing.
"Saya bersyukur mereka masih membuat banyak peluang. Kami menciptakan banyak peluang, tapi ke depannya saat menembak bola, akurasi harus ditingkatkan," ucapnya.
Baca Juga:
Hasil Super League 2025/2026: Persebaya Bungkam PSM Makassar 1-0 di GBT
Link Streaming Persebaya Surabaya vs PSM Makassar Super League 2025/2026, Rabu 25 Februari 2026
Kematian Raja Kartel Narkoba Bikin Meksiko Memanas, Gelandang Persebaya Turut Sedih
Krisis Nomor 9

Mihailo Perovic. (BolaSkor.com/Arjuna Pratama)
Persebaya memang tengah dilanda krisis striker. Bruno Paraiba yang didatangkan di putaran kedua, baru sekali bertanding kontra PSIM Yogyakarta.
Dengan gol di laga debutnya, banyak yang berharap Paraiba bisa menambah kegarangan lini depan tim berjuluk Bajul ijo tersebut. Tetapi sayangnya, ia mengalami cedera setelah laga tersebut.
Di sisi lain, Mihailo Perovic yang biasanya menjadi pilihan kedua juga menyusul cedera. Sementara dua striker lainnya, Diego Mauricio dan Rizky Dwi, hengkang di jendela transfer lalu.
Tavares pun kehabisan opsi di lini depan. Ia pun terpaksa kembali menurunkan Alfan Suaib sebagai striker. Padahal pemain berusia 21 tahun itu sejatinya seorang winger.
Walau dengan pilihan pemain terbatas, Tavares membuktikan bisa tetap membawa Persebaya tampil kompetitif. Ini jadi modal penting sebelum bersua sang juara bertahan, Persib Bandung, pada pekan selanjutnya.
"Jadi sangat penting bagi kami untuk menang. Karena dengan menang, pemain merasa senang dan mendapatkan kepercayaan diri,” papar Tavares.
“Sebagai pelatih, melatih tim yang menang sangat berbeda dengan melatih tim yang kalah dan tidak punya kepercayaan diri," tutupnya. (Laporan Kontributor Arjuna Pratama)