BolaSkor.com - Final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7) dini hari WIB, tak hanya menyita perhatian karena duel dua raksasa sepak bola dunia. Jelang laga puncak, penyelenggara juga dihadapkan pada ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan di Kanada.
Asap pekat yang menyelimuti sebagian wilayah timur Amerika Serikat memicu kekhawatiran terkait kualitas udara, kesehatan para pemain, hingga kenyamanan puluhan ribu suporter yang akan memadati stadion.
Menurut laporan The Guardian, asap dari kebakaran hutan di Kanada bergerak ke arah selatan dan menyelimuti kawasan pesisir timur Amerika Serikat, termasuk New York.
Baca Juga:
Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026, Finalissima Akhirnya Terwujud
Final Piala Dunia 2026: Rekor Spanyol dan Argentina saat Dipimpin Wasit Slavko Vincic
Sejarah Baru! Untuk Pertama Kalinya Pemenang Piala Dunia 2026 Akan Terima Cincin Juara
Kondisi tersebut membuat otoritas setempat menaikkan status kualitas udara dari kategori "tidak sehat" menjadi "sangat tidak sehat".
Pemerintah Kota New York bahkan sempat menetapkan status kode merah dan mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menghindari kegiatan fisik berat jika tidak mendesak.
Ganggu Persiapan Jelang Final

Final Piala Dunia diperkirakan akan disaksikan sekitar 1,6 miliar penonton dari berbagai negara. Namun, perhatian publik kini tak hanya tertuju pada duel Spanyol kontra Argentina, melainkan juga kondisi lingkungan di sekitar venue pertandingan.
Kabut asap sempat mengurangi jarak pandang di Manhattan hingga beberapa ikon kota, termasuk Patung Liberty, tertutup kabut. Dampaknya juga dirasakan sektor transportasi setelah sejumlah penerbangan dari Bandara Newark, New Jersey, dilaporkan dibatalkan.
Kini, tantangan yang dihadapi FIFA bertambah. Selain cuaca panas, kualitas udara akibat kabut asap menjadi faktor yang berada di luar kendali penyelenggara.
Meski begitu, FIFA tetap optimistis kondisi akan membaik. Prakiraan hujan pada Sabtu diharapkan mampu mengurangi partikel asap sehingga kualitas udara lebih baik saat laga final digelar.
Dampak kabut asap bukan sekadar kekhawatiran. Kondisi tersebut sudah dirasakan dalam pertandingan National Women's Soccer League (NWSL) antara Gotham FC dan Washington Spirit di Queens.
Laga berlangsung di bawah langit berwarna jingga kecokelatan akibat kabut asap. Demi menjaga keselamatan pemain, perangkat pertandingan menambahkan dua kali jeda di setiap babak agar pemain dapat memulihkan kondisi sesuai protokol kualitas udara liga.