dengan hasil yang diraih pada sore tadi (23/4), karena selama pertandingan berlangsung tim asuhannya selalu tertinggal terlebih dahulu (1-0, 1-1, 2-1, 2-2) dan akhirnya bisa menyamakan kedudukan, sekaligus menyelamatkan muka pemain dan pendukung Fakultas Teknik yang memadati tribun Timur GOR Pertamina. “Seluruh pemain sangat tegang saat pertandingan berlangsung, karena tekanan dari suporter Fakultas Ilmu Pertanian dan dukungan dari mahasiswa Fakultas Teknik, justru membuat para pemain tidak dapat bermain lepas. Skema permainan tidak dapat berjalan, seluruh pemain bingung apa yang harus dilakukan, hingga selalu kebobolan terlebih dahulu meski bisa menyamakan kedudukan pada akhirnya,” ungkap Ferdian yang merupakan mahasiswa Fakultas Teknik angkatan 2010. Demam panggung yang dialami oleh para pemain dari Fakultas Teknik, dikarenakan mayoritas pemain yang diturunkan adalah mahasiswa baru angkatan 2013. Langkah itu dilakukan sebagai upaya regenerasi pemain futsal dan sebagai upaya menebus kegagalan di turnamen sebelumnya, dimana Fakultas Teknik tidak mendapatkan kesempatan mengangkat trophy dan menjadi kampiun turnamen futsal UB sebelumnya. “Mayoritas pemain yang turun dalam BFL 2014 bukan pemain di turnamen sebelumnya, karena Fakultas Teknik ingin memberikan kesempatan kepada adik angkatan, untuk bersama-sama mengangkat nama fakultas dan menciptakan rasa saling memiliki. Pada saat time out, saya hanya berikan instruksi kepada pemain, untuk bermain tenang dan konsentrasi hingga pada waktunya merusak pertahanan Fakultas Pertanian,” imbuh pria berambut Mohawk itu. Meski menuai hasil seri 2-2 di pertandingan tersebut, Fakultas Teknik UB masih kokoh menjadi pemuncak klasemen sementara BFL 2014 setelah unggul jumlah gol, yang dibayangi oleh Fakultas Ilmu Pertanian diperingkat kedua. Oleh: Degy Cesar (koresponden BolaSkor.com Malang)