Football

Sport

Feature

Result

Show

Timnas Indonesia Berita

Erick Thohir Bantah Keras Tuduhan Media Malaysia soal Laporan ke FIFA

Tengku Sufiyanto - Jumat, 20 Februari 2026

BolaSkor.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, membantah tuduhan dari media Malaysia yang menyebut dirinya sebagai dalang dibalik laporan ke FIFA.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu, Malaysia dijatuhi hukuman karena skandal tujuh pemain naturalisasi yang diturunkan pada laga Kualifikasi Piala Asia 2027, termasuk melawan Vietnam.

Setelah itu, Federasi Sepak Bola Asia (AFC), mengungkapkan bahwa ada laporan dari pihak Vietnam terkait dengan dugaan pemalsuan dokumen dari para pemain naturalisasi tersebut.

Baca Juga:

Dear PSSI, The Jakmania Ajarkan Manfaat Away Days untuk Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pasangan RoDi Terpilih Pimpin PSSI Pers, PSSI dan I League Berharap Sinergi Makin Terjalin Baik

FIFA kemudian melakukan investigasi dan menemukan dokumen yang menunjukkan bahwa garis keturunan Malaysia para pemain tersebut dipalsukan atau dimanipulasi.

Akibatnya, tujuh pemain tersebut dijatuhi larangan bermain dan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dikenai denda serta hasil beberapa pertandingan dibatalkan (dianggap kalah 0-3.

Media Malaysia bernama MyNewsHub menuding Erick Thohir sebagai dalang utama laporan dari Vietnam ke AFC dan FIFA tersebut yang membuat Malaysia akhirnya dijatuhi hukuman.

Erick Thohir pun membantah keras tuduhan dari media Malaysia itu.

Ya tidak benar pastinya,” tegas Erick Thohir kepada awak media di Kantor Kemenpora, jakarta, Jumat (20/2).

Harap Persaingan di Asia Tenggara Makin Sengit

John
John Herdman diperkenalkan PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia yang baru, di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (13/1) pagi WIB. (MP Media/BolaSkor.com/Didik Setiawan)

Erick Thohir justru berharap semua negara di Asia Tenggara bisa makin meningkatkan kualitas tim nasionalnya agar persaingan lebih sengit lagi.

Oleh karena itu, dia menolak disebut melakukan intervensi terhadap sanksi yang dijatuhkan kepada Timnas Malaysia beserta tujuh pemain naturalisasi tersebut.

“Saya rasa buat apa kita mengintervensi kemajuan negara lain, sedangkan kita membutuhkan bersaing antarnegara Asia Tenggara ataupun tingkatan kita dan negara-negara Asia,” kata Erick Thohir.

“Jadi saya mohon maaf, kelasnya enggak di situ,” tambahnya.

Menurut Erick Thohir, peningkatan kekuatan sepak bola di tiap negara Asia Tenggara sangat dibutuhkan agar bisa bersaing di level yang lebih tinggi lagi ke depannya.

“Karena kalau sepak bola kita tidak meningkat, ya tentu kita akan terus kalah dari Eropa atau Amerika Latin,” tuturnya.

Nah, ini yang kalau kita lihat contoh, kita lihat nanti apakah negara-negara Asia sendiri di pertandingan ke depan sudah membangun peran yang lebih besar,” tutup pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI tersebut.

Penulis: Gazza Roosaryatama

Baca Artikel Asli