BolaSkor.com - Dunia percaturan tanah air tengah gempar belakangan ini. Sepak terjang Dewa Kipas yang mengalahkan seorang Master Internasional bernama Levy Rozman menjadi penyebabnya.
Dewa Kipas merupakan sebuah nama akun dalam aplikasi permainan catur online, Chess.com. Orang di baliknya merupakan pria asal Indonesia berusia 60 tahun bernama, Dadang Subur.
Namun kemenangannya atas Levy yang menggunakan akun bernama Gothamchess menjadi viral di media sosial. Hal itu tak lepas dari tuduhan kecurangan yang diarahkan kepada Dewa Kipas sehingga akunnya diblokir.
Baca Juga:
Sudah 42 Tahun, Rossi Belum Berpikir Pensiun
Hal itu membuat marah netizen Indonesia yang langsung menyerang akun media sosial Gothamcess. Mereka merasa apa yang dilakukan kepada Dewa Kipas merupakan tindakan semena-mena karena tak ada bukti.
Polemik kian memanas karena Persatuan Catur Indonesia (PERCASI) sebagai stakeholder olahraga ini turut melibatkan diri. Namun mereka justru mengamini tuduhan tersebut.
Polemik ini kian menjadi pusat perhatian setelah Dewa Kipas diundang ke Podcast Deddy Corbuzier yang memiliki belasan juta subscriber di Youtube.
Mantan pesulap itu bahkan memprakarsai sebuah pertandingan catur yang mempertemukan Dewa Kipas dengan Grand Master Wanita (WGM) Irene Kharisma Sukandar. Duel keduanya akan disiarkan langsung.
Irene merupakan salah satu pecatur terbaik yang dimiliki negeri ini. Julukan Ratu catur Indonesia layak disandangnya karena deretan prestasi yang sudah dipersembahkan wanita berusia 28 tahun tersebut.
Dewa Kipas tak gentar meski akan menghadapi salah satu pecatur terbaik di Indonesia. Ia juga siap membuktikan tuduhan kecurrangannya tak berdasar.
"Dalam catur, tidak selamanya walau mbak Irene saya tahu dia istimewa. Kalau dia lengah tetap bisa kalah dari yang di bawah dia," kata Dewa Kipas kepada BolaSkor.com
"Saya tidak dendam atau marah sama Percasi dan mbak Irene. Yang bikin viral itu juga kebanyakan tidak paham catur."
"Percasi kalau mau menganalisis permainan saya jangan setengah-setengah. Mereka hanya melihat 10 sampai 20 persen statistik saya langsung bicara seperti itu," tambahnya.
Dewa Kipas memang cukup kecewa dituduh berlaku curang. Padahal ia tidak punya tujuan khusus saat bermain di aplikasi Chess.com selain untuk mengisi waktu luang.
Pria kelahiran Bandung itu juga mengaku tidak selalu menang saat bertanding di aplikasi tersebut. Dewa Kipas mengaku menelan kekalahan sekitar 90 kali.
Dewa Kipas juga mengaku tersentuh dengan banyaknya dukungan dari netizen Indonesia. Ia siap membalasnya dengan permainan maksimal.
"Saya tidak mau ngecewain orang tapi kalau menang alhamdulillah, sedangkan kalau kalah ya karena dia hebat. Ada sedikit optimis di diri saya," kata Dewa Kipas lagi.
Khusus untuk pertandingan ini, Dewa Kipas mendapat dukungan langsung dari Dewa United. Pihak Dewa United menyebut kesamaan nama menjadi alasan tim tersebut memberikan dukungan dan apresiasi.
Dewa United bahkan siap memfasilitasi andai Dewa Kipas akan melakukan tanding ulang dengan GothamChess. Yang pasti, mereka sangat menapresiasi Dewa Kipas yang sudah membuat gempar dunia percaturan.