BolaSkor.com - Dewa United Banten FC secara resmi mengumumkan perpisahan dengan pelatih kepala, Jan Olde Riekerink, setelah empat musim bersama.
Pelatih asal Belanda itu didatangkan pada paruh musim 2022/23 dan dalam empat musim kebersamaannya, menjadi salah satu sosok sentral perjalanan Dewa United.
Baca Juga:
Klub Super League Wajib Punya Pelatih Lokal Musim Depan
League Cup Dimulai Akhir Tahun, Diikuti Klub Super League dan Championship
Klub Super League Bakal Dapat Insentif jika Lebih Banyak Turunkan Pemain Lokal
Tak hanya dari sisi permainan di lapangan, Jan Olde juga membangun fondasi tim yang terbilang masih berusia muda di kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia itu.
Presiden Dewa United Banten FC, Ardian Satya Negara, menegaskan bahwa perpisahan dengan Jan Olde dilakukan dengan penuh rasa hormat tanpa ada permasalahan.
Dalam sepak bola, setiap perjalanan pasti memiliki akhirnya masing-masing. Hari ini kami menutup satu bab yang penuh makna dengan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi,
jelas Ardian dalam rilis yang diterima BolaSkor.com.
"Kami mendoakan Coach Jan dan jajarannya beserta keluarga selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan untuk perjalanan berikutnya. Apa yang telah beliau berikan akan selalu menjadi bagian dari sejarah Dewa United Banten FC," tuturnya.
Perjalanan Jan Olde Riekerink Bersama Dewa United

Selebrasi pemain Dewa United FC menyambut gol Ricky Kambuaya. (Media Dewa United FC)
Kehadiran Jan Olde di klub Dewa United membawa perubahan besar. Itu bisa dilihat dari peningkatan peringkat dari musim pertamanya dan kedua.
Musim pertama Jan Olde bersama Dewa United berakhir di peringkat ke-17 Liga 1 2022/23. Setahun kemudian, klub berjuluk Banten Warriors itu naik pesat dan finis di posisi kelima pada musim 2023/24.
Pada musim ketiganya, Jan Olde sukses mencatatkan hasil bersejarah dengan mengemban status sebagai runner-up Liga 1 2024/25 sekaligus merebut tiket perdana di kompetisi Asia.
Pada musim 2025/26, Dewa United kembali mencatatkan pengalaman baru dengan menembus babak perempat final AFC Challenge League.
Di kompetisi domestik, tim mengakhiri musim di peringkat ketujuh, menutup empat tahun perjalanan yang dipenuhi berbagai pencapaian bersejarah bagi klub.
Penulis: Gazza Roosaryatama