BolaSkor.com - Klub-klub Super League akan mendapatkan tambahan insentif mulai musim depan jika menurunkan lebih banyak pemain lokal dalam suatu pertandingan.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum PSSI yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, saat rapat kerja atau raker bersama Komisi X DPR-RI pada Senin (15/6).
Raker itu membahas tentang pemberian kewarganegaraan Indonesia kepada dua pesepak bola keturunan, yakni Mitchell Baker dan Luke Vickery.
Dalam suatu kesempatan, anggota raker menyinggung mengenai pembinaan pemain muda hingga dampak banyaknya pemain asing di Super League.
Baca Juga:
Klasemen Akhir Super League 2025/2026: Persib dan Borneo FC Poinnya Sama
Daftar Kandang 18 Tim Super League 2026/2027, Satu Klub Tidak Pulang ke 'Rumah'
Sejak musim lalu, kompetisi kasta tertinggi di Indonesia itu mengizinkan setiap klub mengontrak 11 pemain asing. Dari 11 pemain itu, hanya 9 yang bisa didaftarkan dalam satu pertandingan dan tujuh di antaranya bisa dimainkan bersama.
Regulasi tersebut akan dipertahankan pada musim yang akan datang. Namun, agar klub tetap menaruh perhatian terhadap pemain lokal, terutama pemain-pemain muda, PSSI dan I League akan memberikan penghargaan berupa insentif tambahan.
Insetif tambahan akan diberikan kepada klub yang memainkan pemain lokal lebih banyak.
"Aturannya itu didaftarkan sebelas (pemain asing) selama satu musim, ketika partai itu sembilan pemain (bisa didaftarkan) karena bisa saja cedera, yang dari sebelas pemain itu yang bermain tujuh pemain," kata Erick Thohir.
Tahun ini, I League juga memberikan insentif tambahan kepada klub-klub yang memainkan pemain Indonesia lebih banyak, mereka akan ditambahkan pendanaan uang tambahan. Jadi aturannya seperti itu,
ujarnya.
Championship Tetap 3 Pemain Asing
Untuk kompetisi strata dua atau Championship, regulasi mengenai pemain juga tidak berubah.
Klub hanya boleh mendaftarkan tiga pemain asing dan harus memainkan minimal satu pemain U-21 dalam setiap pertandingan.
"Dan pelatihnya harus orang Indonesia," ujar Erick Thohir.