BolaSkor.com - Emiliano Martinez mengakui merasa kesal karena ditipu oleh pihak Arsenal. Martinez mengatakan dirinya diberitahu Arsenal hanya memiliki kesempatan 95 persen untuk menjadi kiper utama pada musim 2020-2021.
Terlepas dari hal tersebut, Martinez lebih memilih hengkang ke klub sesama Premier League, Aston Villa. Harga klausulnya pun sudah mencapai kesepakatan di angka 20 juta poundsterling (sekitar Rp381 miliar). Martinez menerima kontrak hingga Juni 2024.
Martinez sempat menjadi kiper andalan Arsenal pada pengujung musim 2019-2020. Dia sukses dipromosikan dan mempersembahkan gelar Piala FA.
Baca Juga:
Diego Costa Heran Barcelona Buang Luis Suarez
20 Menit Bermain untuk Atletico Madrid, Luis Suarez Langsung Ciptakan Rekor Baru

"Saya akhirnya menjadi nomor 1 dan saya merasa siap untuk itu. Butuh sepuluh tahun untuk sampai ke sana. Anda berlatih sebagai kiper setiap hari, namun tidak ada yang mempersiapkan untuk cerita hidup Anda," ungkap Martinez dikutip dari Daily Mail.
Martinez bergabung dengan Arsenal pada 2010 dari Independiente. Namun, dia lebih sering menghabiskan waktunya bersama klub lain dibanding dengan klubnya sendiri.
"Saya bisa saja melakukan lebih banyak selama bertahun-tahun itu, namun akhirnya dunia mulai melihat apa yang bisa saya lakukan," ujarnya.
"Tidak ada yang melatih Anda untuk menjadi frustasi, tidak ada yang melatih Anda untuk menangis. Bagaimana ketika Anda tidak bermain selama empat bulan? Apakah Anda akan terus berusaha atau akan mati secara mental?" lanjutnya.
Pada pertandingan melawan Liverpool di Community Shield pada Agustus, Martinez bisa membawa Arsenal kemenangan dan hal tersebut menjadi trofi kedua yang dipersembahkannya.
"Saya pikir jika saya tampil apik di pertandingan Community Shield, saya akan jadi nomor 1, namun setelahnya itu menjadi jelas soal siapa yang akan jadi starter," jelasnya.
"Saya tidak kecewa atau emosi, saya bangga atas apa yang saya lakukan. Ketika saya merapat ke Arsenal, ada sembilan kiper yang berada di depan saya. Tiap tahun saya harus membuktikan diri, namun saya pergi sebagai no. 1. Itulah cerita saya di sana."
Penulis: Alexander Matthew