Pemainn kelahiran 9 Maret 1983 pernah memperkuat Fuham selama 5 tahun periode 2007 hingga 2012. Dempsey didatangkan dari klub MLS New England Revolution pada tahun 2007. Bersama The Cottagers ia menjadi salah satu pemain kunci, total ia bermain dalam 184 laga dan mengemas 50 gol. Tahun 2012 ia diboyong Tottenham Hotspur dengan banderol 6.600.000 Poundsterling. Semusim di Hotspur ia pun kembali ke kampung halamannya bersama Seatle Sounders. Kembalinya Dempsey diprediksi akan memperkuat lini tengah Fulham yang saat ini sedang terpuruk di Liga Inggris. Fulham menempati posisi ke 19 dan baru mengumpulkam 13 poin dari 17 laga. Pelatih anyar Fulham Rene Meulensteen juga menyambut baik kembalinya Dempsey ke Fulham. "Ia sudah menghabiskan waktu yang cukup lama dengan Fulham. Dia juga sudah menjadi bagian penting bagi klub ini. Kedatangannya bisa membantu kami untuk bisa keluar dari situasi ini. Kembalinya Dempsey akan menjadi dorongan dan motivasi besar bagi klub", ujar Meulensteen. Senada dengan Meulensteen, Dempsey juga menyatakan senang bisa kembali merumput bersama Fulham. Di bulan Januari nanti Dempsey akan mengenakan nomor punggun 32 setelah dahulu ia mengenakan kostum bernomor kebalikannya 23. "Bagi saya Fulham sudah seperti rumah sendiri, saya merasa senang memiliki kesempatan kembali kesini. Saya akan memberikan segenap kekuatan yang saya miliki, hal ini juga bisa membantu saya untuk alamm persiapan menghadapi Piala Dunia nanti. Inggris memiliki kompetisi yang cukup ketat, hal ini bisa menjadi hal positif dalam persiapan menuju Brasil nanti", ujar Dempsey dalam situs resmi Tottenham Hotspur
Clint Dempsey Kembali ke Fulham
BolaSkor - Rabu, 25 Desember 2013
- #Amerika Serikat
- #Fulham
- #Laga
- #Pinjaman
- #Seatle Sounders
- #MLS
- #New England Revolution
- #Clint Dempsey
- #Liga Inggris
- #Tottenham Hotspur
- #Gol
Bagikan
BERITA TERKAIT
Minggu, 28 Juni 2026
Tim Terbaik dalam Sejarah, Amerika Serikat Punya Peluang Juara Piala Dunia 2026?
Minggu, 28 Juni 2026
Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Dibuka Afsel vs Kanada
Jumat, 26 Juni 2026
Klasemen Akhir Grup D Piala Dunia 2026: Australia Dampingi Amerika Serikat ke 32 Besar, Turki Juru Kunci
Jumat, 26 Juni 2026
Hasil Laga Terakhir Grup D Piala Dunia 2026: Turki Pecundangi Amerika Serikat, Australia Segel Tempat di 32 Besar
Jumat, 26 Juni 2026
Klasemen Akhir Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Dampingi Belanda Lolos ke Fase Gugur, Swedia Tempati Urutan Tiga
Kamis, 25 Juni 2026
Prediksi Turki vs Amerika Serikat: Tuan Rumah Mengincar Sejarah
Selasa, 23 Juni 2026
Alasan Donald Trump Tak Terlihat Menonton Langsung Laga-laga Piala Dunia 2026
Senin, 22 Juni 2026
Piala Dunia 2026: Cuaca Ekstrem, Laga Prancis vs Irak Berpotensi Ditunda
Senin, 22 Juni 2026
Di Tengah Kesulitan, Iran Bermain Baik di Piala Dunia 2026
PILIHAN EDITOR
Selasa, 30 Juni 2026
Keterpurukan Timnas Jerman: Tidak Lagi Ditakuti Lawan, Bukan Tim Diesel, dan Terlalu Fokus dengan Sepak Bola Indah
Senin, 29 Juni 2026
Cerita Perjalanan Pelatih Baru Manchester City, Enzo Maresca sebagai Pemain dan Pelatih
Senin, 29 Juni 2026
Cuma Loloskan Dua Tim ke Babak Gugur, Piala Dunia 2026 Jadi Cerminan Sepak Bola Asia
Minggu, 28 Juni 2026
Mengenal Enrique Macaya Marquez, Jurnalis Legendaris Berusia 91 Tahun yang Sudah Meliput Piala Dunia Sejak 1958
Kamis, 25 Juni 2026
Kisah Perjuangan Ali Al-Hamadi, Striker Irak yang Ditempa di Jalanan Liverpool
Kamis, 25 Juni 2026
Absolute Cinema, Momen Spesial Guillermo Ochoa di Panggung Piala Dunia
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026