BolaSkor.com - Stadion Utama Gelora Bung Karno akan menghelat laga persahabatan antara legenda Barcelona (Barcelona Legends) dan legenda sepak bola dunia (DRX World Legends), Sabtu (18/04) malam, dalam laga bertajuk Clash of Legends 2026.
Nama-nama legendaris seperti Alessandro Del Piero, Fabio Cannavaro, Keisuke Honda, David Silva, Javier Saviola, Ricardo Quaresma, hingga Phillip Cocu akan meramaikan laga tersebut, termasuk eks pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.
Semua pemain legendaris itu telah tiba di Indonesia dan melakukan serangkaian acara seperti menandatangani mobil BAIC, hingga gala dinner di JHL Solitaire, Tangerang, Jumat (17/04) malam.
Baca Juga:
Clash of Legends 2026 Jadi Laga Akbar Sepak Bola Dunia yang Menyedot Penonton di Asia Tenggara
Dalam acara tersebut hadir juga Jerry Hermawan Lo, Founder PT JHL International Otomotif (JIO), distributor resmi merek BAIC di Indonesia selaku sponsor utama Clash of Legend 2026.
Kata Sambutan dari Jerry Hermawan Lo
Jerry Hermawan Lo menyambut para legenda sepak bola dunia, juga legenda Barcelona, di JHL Solitaire.
"Selamat siang, saya ga siap materi tapi ya nekat aja deh. Welcome to Jakarta, Barcelona legends and world legends DRX, welcome to Jakarta," papar Jerry.
"Berbahagia sekali dan bersyukur pada malam hari ini (17/04) kita dapat berkumpul bersama dalam acara 'Jakarta Sambut Legenda', dalam keadaan sehat walafiat, apapun kekurangan apapun juga bersyukur."
Dalam pembahasannya, Jerry juga berbicara mengenai atlet yang dinilai sebagai pekerjaan yang mulia.
"Saya tadi sore datang diminta untuk buat kata sambutan, tapi saya bingung topiknya apa, tapi karena memang olahraga jadi saya iyain aja deh, karena olahraga partainya sama, satu, partai universal, di dalam ruangan ini partainya universal, sama semua," imbuh Jerry.
"Kalau kita bicara atlet, pekerjaan yang sangat mulia, di mana sebagian dari anak-anak yang lagi giat-giatnya sekolah, belajar, tapi mereka giat berlatih.
"Lantas sebagian anak sudah mulai bekerja mencari duit, anak-anak atlet kita baru mulai bertanding, sebagaian anak-anak tersebut sudah sukses menjadi pengusaha atau pejabat, atlet itu pensiun, sangat menyedihkan."
"Kenapa? Atlet pekerjaan yang sangat luar biasa," tambahnya.
"Bendera Merah Putih dapat berkibar di luar negeri, maupun lagu kebangsaan Indonesia berkumandang di luar negeri hanya ada dua momen: Presiden datang, momen kedua kalau atlet juara, itu akan disiarkan di televisi di seluruh dunia, mengenalkan inilah Merah Putih, garuda di dadaku, inilah lagu Indonesia raya," urainya.
Kepedulian kepada Atlet-atlet Indonesia
Lebih lanjut berbicara mengenai atlet-atlet Indonesia, Jerry juga membahas Yayasan Merah Putih peduli atlet dengan misi mencari atlet-atlet yang terlantar, sudah pensiun, untuk diberi bantuan.
Selain itu, Jerry juga mencontohkan kasus atlet-atlet yang telah pensiun namun ditelantarkan hingga mengalami kesulitan, meski mereka mengharumkan nama bangsa seperti Verawaty Fadjrin (mantan pebulutangkis), Ellyas Pical (mantan petinju).
"Tapi sangat ironis, saya pernah membuat satu komunitas, peduli atlet, ada satu pemain bola, kalau tidak salah namanya Abdul Kadir, lagi tidur gentengnya jatuh kena kepala bocor, jadi kita bedah rumah," lanjut Jerry bercerita.
"Lantas yang paling ironis, yang sangat tersimpan di hati sanubariku, ibu Verawaty, yang telah 27 kali juara dunia medali mau pun piala yang dia rebut, sakit kanker di Jawa Tengah."
"Saya kirim tim ke sana, kasihan, yang ada di rumahnya sudah digadaikan. Lantas dia bilang mau jual raketnya, kalau seorang pendekar, raket bagi pebulutangkis adalah pedang saktinya, itu yang mau dijual, kenapa? Motor semua udah digadaikan."
"Jadi kita lihat, ibu Verawati sudah sakit sangat parah, kanker, lantas saya beli raketnya 100 juta dan saya tanya hutangnya berapa, lebih kurang 60-70 juta, kita beli 100 juta, dia tebus motor, perabot, dan perhiasan yang dia gadaikan, dia tebus. Saya enggak mau almarhumah nanti kalau pergi meninggalkan hutang."
"Lantas dengan inisiatif kita, kita bawa ke Rumah Sakit Dharmais untuk berobat, semua biaya akan kami tanggung, tapi alhamdulillah mungkin pemerintah mendengar, menteri kesehatan datang ke rumah sakit dan katanya ditanggung oleh negara. Ya syukur, jadi kita cukup memberikan santunan sampai beliau meninggal."
"Bayangkan seorang atlet yang telah menjuarai 27 kali medali mau pun piala, sedemikian terlantarnya."
"Jadi, malam ini saya melihat banyak tokoh-tokoh bangsa kita di sini, bisa ga kita membuat satu gerakan yayasan peduli atlet yang pensiun. Karena atlet ini, yang lain udah sukses dianya pensiun."
"Sering kita mendengar, atlet jual medali buat beli makan. Ellyas Pical, sampai jadi security bahkan sampai terakhir masuk penjara katanya karena narkoba. Bayangin seorang atlit juara dunia, sampai demikian, ironis, lain dengan negara-negara lain yang peduli kepada atlitnya."
Menutup pembicaraan, Jerry berharap melalui Yayasan Merah Putih, atlet-atlet terlantar dapat dibantu hingga tak menghadapi kesulitan di hari tua.
"Mungkin dengan himbauan malam ini, saya siap berdiri di garis paling depan untuk membantu asosiasi mau pun yayasan tersebut. Merah Putih peduli atlet. Sekali lagi, Merah Putih peduli atlet," harap Jerry.
"Bayangin anak lain lagi belajar, dianya latihan, anak lain sedang sukses-suksesnya bekerja, dianya bertanding, anak lain sukses jadi pengusaha dan lainnya, dianya pensiun. Dengan bekal yang tidak seberapa."
"Bayangin seorang Verawaty aja, yang 27 kali juara, sedemikian terlantarnya sampai meninggal."
"Jadi kita sering juga mendengar, jangan sampai mendengar lagi, atlet menjual medali buat makan karena itulah kenang-kenangan waktu dia diayak, mendapatkan medali sampai dijual, bayangin aja, betapa sedihnya," terangnya.
"Perjuangan dia dari kecil, latihan, sampai menjadi juara, setelah tua tanda jasanya dia dijual buat makan."
"Semoga dengan himbauan saya malam ini, kita bikin Merah Putih peduli atlet. Oke, saya berdiri paling depan, saya sumbang pertama 500 juta, nanti yang lain tertera. Tapi duitnya tolong yayasan kelola dengan baik, cari atlet-atlet yang terlantar, kita biayain, saya rasa demikian aja. Sekian, terima kasih," urainya.