BolaSkor.com - Chelsea, melalui situs resmi mereka, mengumumkan kerugian terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris atau lebih tepatnya di Premier League.
"Chelsea FC Holdings Limited (CFC) dan Chelsea Football Club Women Limited (CFCW) telah mengajukan laporan keuangan mereka untuk tahun yang berakhir pada 30 Juni 2025 ke Companies House," demikian pernyataan di laman resmi Chelsea.
"Pendapatan pertandingan untuk CFC mengalami sedikit peningkatan tahun ini menjadi 86,8 juta poundsterling karena rata-rata kehadiran sekitar 40.000 tetap terjaga."
"Selain itu, CFC memperoleh keuntungan dari penjualan registrasi pemain sebesar 57,9 juta poundsterling pada tahun ini."
Baca Juga:
Barcelona Bersedia Jual Jules Kounde, Liverpool dan Chelsea Saling Sikut
Dikritik Pemain, Chelsea Salah Memecat Enzo Maresca
Chelsea Terancam Gagal ke Liga Champions, Posisi Liam Rosenior Masih Aman
"Biaya operasional meningkat secara signifikan, terutama didorong oleh peningkatan biaya pertandingan, karena kembalinya kompetisi sepak bola Eropa."
"Kerugian sebelum pajak untuk tahun ini adalah 262,4 juta poundsterling, dibandingkan dengan keuntungan sebesar 128,4 juta poundsterling pada tahun 2023/2024, karena penjualan anak perusahaan pada tahun sebelumnya dan peningkatan biaya operasional tahun ini."
Kerugian Terbesar Sejak Manchester City

Chelsea Catat Kerugian Rp8 Triliun, Terburuk dalam Sejarah Sepak Bola Inggris
Merugi sebesar 262,4 juta poundsterling sebelum pajak pada 2024/2025 menjadikan Chelsea sebagai tim teratas dengan kerugian terbesar di Premier League.
Sebelumnya, Chelsea mencatatkan kerugian terbesar pada 2021 dengan nilai 155,9 juta poundsterling. Plus, melalui kerugian Manchester City pada 2011 sebesar 197,5 juta poundsterling.
Menurut pakar finansial sepak bola, Kieran Maguire, saat ini gambaran besar kerugian dan finansial Chelsea belum sepenuhnya terlihat.
"Orang-orang bertanya apakah Chelsea adalah klub sepak bola atau eksperimen dana lindung nilai," kata Maguire di BBC Sport.
"Saya rasa laporan keuangan ini tidak memberikan jawaban yang lebih jelas. Kita masih menunggu untuk melihat gambaran lengkapnya di Companies House."
Bermain di Liga Champions juga penting, mengingat pemasukan besar yang diterima dengan sekedar berpatisipasi di dalamnya.
"Untuk setiap satu pound yang Anda terima dari penyiaran (di Liga Champions), Anda hanya mendapatkan 11 pence di Conference League, dan jauh lebih sulit bagi departemen pemasaran untuk menjual kotak VIP untuk pertandingan melawan tim terbaik kedua di Denmark daripada ketika Barcelona datang ke kota," urai Maguire.