Football

Sport

Feature

Result

Show

Inggris Berita

Chelsea dan Isu Indisipliner, Delapan Pemain Menerima Kartu Merah Musim Ini

Arief Hadi - Minggu, 22 Februari 2026

BolaSkor.com - Inkonsistensi bermain Chelsea berlanjut di era Liam Rosenior pada lima laga terakhir di seluruh kompetisi.

Khususnya di Premier League, The Blues dua kali beruntun imbang saat melawan Leeds United (2-2) dan teranyar menghadapi Burnley (1-1), Sabtu (21/02) malam WIB.

Uniknya, dua laga tersebut berlangsung di Stamford Bridge dan Chelsea gagal memanfaatkan status tuan rumah.

Hal itu membuat Rosenior frustrasi setelah Chelsea sempat unggul 1-0 atas Burnley dari gol Joao Pedro (4'), tetapi dibalas Zian Flemming (90+3') jelang laga bubar.

Baca Juga:

Hasil Premier League: Chelsea Ditahan Burnley 1-1, Gol Telat Batalkan Kemenangan The Blues

Jadwal dan Link Streaming Chelsea vs Burnley, Live Sebentar Lagi

Superkomputer Prediksi Hasil Chelsea vs Burnley: The Blues Akan Menikung Manchester United

"Saya rasa rasa frustrasi lebih tertuju pada dua pertandingan kandang terakhir," ucap Rosenior dikutip dari laman resmi Chelsea.

"Dari posisi unggul dan mengendalikan permainan hingga gagal memenangkan dua pertandingan tersebut, itulah frustrasi terbesar. Ini bukan kesalahan individu."

"Yang terjadi selama saya melatih adalah kami telah kehilangan empat poin dari dua pertandingan kandang."

"Itu tidak cukup baik untuk klub di level ini. Tidak cukup baik bagi saya untuk datang dan mengatakan bahwa kami adalah tim yang lebih baik," cetusnya.

Kartu Merah Wesley Fofana

Chelsea
Chelsea vs Burnley (premierleague)

Terlebih saat melawan Burnley, Wesley Fofana juga menerima kartu merah di menit 72 dan itu menambah isu indisipliner Chelsea musim ini.

Fofana jadi pemain kedelapan Chelsea yang menerima kartu merah, namun, Rosenior tak mau menyalahkan Fofana dengan alasan timnya urung menang kontra Burnley.

"Tidak, itu bukan kesalahan Wesley. Itu kesalahan performa kami," imbuh Rosenior.

"Sejak gol pertama, kami kurang tajam saat menguasai bola. Saya menginginkan ketajaman."

"Saya ingin kami menciptakan gelombang serangan demi gelombang serangan."

"Kami terlalu aman dalam penguasaan bola. Ketika Anda memberi tim, tim mana pun, keunggulan satu gol, apa pun bisa terjadi."

"Kartu merah terjadi, Anda bermain dengan 10 pemain. Kami tahu ancaman terbesar mereka dengan (James) Ward-Prowse di lapangan adalah bola mati."

"Kami bermain semaksimal mungkin karena itu satu-satunya cara mereka bisa mencetak gol dengan 10 pemain. Kami masih belum bisa mempertahankan keunggulan itu," urainya.

Baca Artikel Asli