BolaSkor.com - Berdasarkan data dari UEFA, Chelsea mencatatkan kerugian pra-pajak senilai 407 juta euro atau lebih dari Rp8 Triliun, yang merupakan terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris.
Seperti dikabarkan BBC Sport, jumlah tersebut hanya kalah dari rekor yang dicatat Barcelona sebesar 555 juta euro pada musim 2020-21.
Sejak diambil alih Clearlake Capital dan Todd Boehly pada 2022, Chelsea telah menghabiskan lebih dari 1,7 miliar euro untuk belanja pemain.
Baca Juga:
Chelsea, Ujian Selanjutnya bagi Arsenal dalam Perburuan Titel Premier League
Peringatan untuk Liam Rosenior, Chelsea Bisa Kembali Pecat Pelatih
Bertemu Todd Boehly, Presiden Prabowo Punya Kabar Baik untuk Pencinta Chelsea di Indonesia
Namun investasi besar-besaran itu belum sebanding dengan prestasi.
Menurut perhitungan tiga tahun bergulir versi UEFA, total kerugian Chelsea menyentuh 622 juta euro.
Angka tersebut jauh melewati ambang batas 60 juta euro yang ditetapkan regulasi keuangan UEFA.
Di Bawah Pengawasan UEFA
Pemilik Chelsea, Todd Boehly (bbc)
Beberapa waktu lalu, Chelsea dijatuhi denda 31 juta euro akibat pelanggaran aturan finansial UEFA.
Terkait situasi ini, pihak Chelsea mengatakan sejumlah faktor telah menyebabkan prospek yang kurang menguntungkan dalam laporan terbaru UEFA.
Faktor-faktor tersebut termasuk penurunan nilai aset, penyelesaian yang terkait dengan masalah peraturan, dan berakhirnya kontrak lama.
Chelsea mengatakan mereka tetap menguntungkan secara operasional dan yakin akan mematuhi aturan UEFA.
Pihak klub juga membantah bahwa mereka harus menjual pemain bintang untuk memenuhi persyaratan peraturan apa pun.
Setelah denda besar di musim panas, Chelsea tetap berada di bawah pengawasan UEFA.