Pada pertandingan babak perempatfinal Piala Dunia 2014 yang berlangsung di Estadio Castelao, Fortaleza, 4 Juli 2014, Neymar harus ditandu ke luar lapangan usai mendapatkan hantaman lutut keras Zuniga dari belakang. Setelah dilakukan pemerikasaan medis, diketahui tulang belakang Neymar retak dan perlu waktu hingga dua bulan untuk masa pemulihan. Absennya Neymar ternyata berpengaruh besar pada penampilan timnas Brasil. Selecao gagal melaju ke final usai dihantam 1-7 oleh Jerman. Tak sampai disitu, dalam perebutan tempat ketiga, Tim Samba kembali kalah 0-3 dari Belanda. Apa yang menerima Neymar tidak bisa diterima oleh para fans. Mereka melalukan hal gila dengan mengirim ancaman via email dan saluran telepon. Merasa dirinya terancam, Zuniga terpaksa menyewa sejumlah pengawal pribadi. Hal tersebut dibenarkan oleh ayah kandung Zuniga. Ia berharap agar para fans bisa memaafkan anaknya dan berhenti melakukan teror. "Kami mendengar komentar dan ancaman pembunuhan melalui email dan telepon. Mereka mengirimkan pesan gila dan kasar. Sebagai ayah, saya khawatir, bukan hanya kepadanya tetapi juga kepada isti dan anak perempuannya. Saya berharap debu ini bisa segera hilang dan kami bisa berbaikan," demikian sang ayah kepada Lancenet. "Neymar telah membebaskannya dari tanggung jawab, anak saya tidak bersalah. Ia bukan pelaku kerusuhan dan tidak memiliki sejarah kelam. Apa yang terjadi kepada Neymar, terjadi juga kepada semua pemain, cedera adalah bagian dari sepak bola,' ia memungkasi. FIFA memutuskan Juan Camilo Zuniga terbebas dari sanksi setelah tidak ditemukan unsur kesengajaan saat ia bertabrakan dengan Neymar.
Cederai Neymar, Zuniga Diancam Dibunuh
BolaSkor - Senin, 21 Juli 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Kamis, 13 Agustus 2026
India Resmi Mundur dari FIFA ASEAN Cup, Lebih Pilih Hadapi Brasil Ketimbang Indonesia
Jumat, 07 Agustus 2026
Calon Lawan Timnas Indonesia Pertimbangkan Mundur dari FIFA ASEAN Cup demi Hadapi Brasil
Senin, 13 Juli 2026
7 Hal Unik dan Menarik dalam Sejarah Semifinal Piala Dunia
Rabu, 08 Juli 2026
Hasil Piala Dunia 2026: Menang Adu Penalti 4-3 atas Kolombia, Swiss Tantang Argentina di Perempat Final
Selasa, 07 Juli 2026
5 Statistik Kunci Duel Swiss vs Kolombia: Keduanya Belum Pernah Kalah
Selasa, 07 Juli 2026
Simulator dengan Akurasi Tinggi Prediksi Skor Swiss vs Kolombia: Los Cafeteros Unggul Tipis
Selasa, 07 Juli 2026
Prediksi dan Statistik Swiss vs Kolombia: Selamatkan Wajah Conmebol
Selasa, 07 Juli 2026
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Swiss vs Kolombia, Live TVRI Rabu (8/7) Pukul 03.00 WIB
Senin, 06 Juli 2026
Ancelotti Ungkap Alasan Bruno Guimaraes Jadi Eksekutor Penalti Brasil saat Lawan Norwegia
Senin, 06 Juli 2026
Piala Dunia 2026: Brasil Tersingkir, Neymar Resmi Pensiun
PILIHAN EDITOR
Selasa, 15 September 2026
5 Alasan AS Roma Memimpin Klasemen Sementara Serie A 2026/2027: Duet Dybala dan Mallen Trengginas
Senin, 07 September 2026
Kisah Cinderella Como, dari Serie D ke Panggung Tertinggi Liga Champions
Kamis, 03 September 2026
Analisis Taktik Xabi Alonso di Chelsea: Penguasaan Bola Rendah, Transisi Bermain Jadi Kunci
Selasa, 01 September 2026
Berakhir Pahit di Piala Dunia 2026, Warisan Lionel Messi Bertahan Selamanya dengan Timnas Argentina
Rabu, 26 Agustus 2026
Cerita Perjalanan Carlos Baleba: Darah Sepak Bola dari Keluarga, Bakti kepada Ibu
Rabu, 26 Agustus 2026
Siapa Igor Thiago? Menyempil di Antara Pemain Arsenal dan Duo Manchester dalam PFA Team of the Year
Senin, 24 Agustus 2026
Siapakah Alphadjo Cisse? Pemain 19 Tahun yang Mencetak Gol pada Debut bersama AC Milan
Jumat, 21 Agustus 2026
Prediksi Premier League 2026/2027: Arsenal Juara Lagi, Manchester United Bisa Bikin Kejutan
Kamis, 20 Agustus 2026
Prediksi Serie A 2026-2027: Inter Milan Favorit, Tim Lain Masih Berbenah
Rabu, 19 Agustus 2026